Wartawan media online detik.com, Andi Saputra (25) mengalami pemukulan oleh beberapa mahasiswa ketika hendak meliput kasus tewasnya Joshua Putra Mauliate (18) yang jatuh dari lantai 12 gedung Yustinus Fakultas Hukum Unika Atmajaya, Kamis.
"Kami para wartawan yang tergabung dalam Poros Wartawan Jakarta (PWJ) mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh para mahasiswa Unika Atmajaya tersebut. Apalagi kekerasan berbentuk penganiayaan brutal itu dilakukan di dalam lingkungan kampus yang merupakan kawasan pendidikan," demikian pernyataan sikap yang dibacakan oleh wartawan radio Elshinta yang menjadi juru bicara PWJ, Parni.
Aksi pemukulan terjadi ketika Andi dan beberapa wartawan lain mencoba mengambil foto dan meminta keterangan di tempat kejadian namun dihalang-halangi oleh teman sang korban yang rupanya tidak suka jenazah temannya yang masih tergeletak difoto.
Teman-teman korban itu kemudian merampas kamera yang digunakan Andi rekan-rekannya untuk menghapus gambar di dalamnya.
Para wartawan kemudian mencoba lari , namun berhasil dikejar dan Andi menderita pemukulan di kepala belakangnya dua kali.
"Kami menuntut Kapolri (jenderal Sutanto, red) agar memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku tindak pidana tersebut secara hukum," kata Parni.
PWJ juga menuntut agar Rektor Unika Atmajaya memberikan sanksi akademik yang sepatutnya bagi mahasiswa tersebut.
Sempat terjadi ketegangan antara wartawan dengan mahasiswa ketika dua mahasiswa mencoba menerobos keluar pintu gerbang yang dipenuhi wartawan.
Keributan terjadi ketika mahasiswa-mahasiswa lain ikut memprovokasi dengan teriakan-teriakan, namun perkelahian berhasil dihindarkan setelah dilerai oleh aparat kepolisian yang menjaga ketertiban aksi tersebut.
Pihak universitas melalui Koordinator Marketing and Public Relation Unika Atmajaya, Ayu Aristyadewi menyatakan penyesalan atas kejadian kekerasan yang dilakukan mahasiswa.
Dalam pertemuan kecil dengan perwakilan wartawan, Ayu juga menyatakan universitas akan mendukung penyelidikan yang dilakukan kepolisian dengan menyediakan segala bukti di lapangan.
Sementara itu, wartawan yang menjadi korban kekerasan, Andi Saputra telah mengajukan gugatan ke Polda Metro jaya, Kamis malam.
Polisi juga sedang melakukan penyelidikan penyebab tewasnya Joshua, yang diduga sedang mabuk bersama teman-temannya ketika terjatuh. (*/cax)
saya hanya ingin mengkalrifikasi, bahwa ketika demo sedang berlangsung sempat ada mediasi dengan pihak kami di ruangan menwa, dan saat itu suasana duka sedang memayungi kami, dan beberapa kawan memang akan berangkat menuju rumah duka di sebelah st carolus. begitu juga dengan 2 kawan kami tersebut. namun, ketika sedang mengeluarkan motor, ada salah seorang demonsytran (wartawan) bertubuh tinggi besar dan gondrong menahan kawan kami hingga hampir terjatuh, padal yang diboncengi cewe. hal tersebut memancing emosi sebagian kawan2 "lah, wong mau ngelayat temen yang meninggal kok di halang2i pake kata2 kotor lagi....". kami mahasiswa merasa KECEWA dengan blow up kasus yang sudah melenceng ini. kenapa kekerasan terhadap mahasiswa seperti pembredelan organisasi2 kampus tidak pernah ter blow up padal itu juga terjadi kekerasan. seharusnya kawan2 coba lebih menghargai keadaan yang sedang terjadi...trims