< >

25-26 November, Peraian Surabaya Capai Puncak Pasang Maksimum

Jum'at, 23 November 2007 19:15
Kapanlagi.com - Puncak pasang maksimum di perairan Surabaya diperkirakan terjadi 25-26 November 2007, dengan ketinggian mencapai 150 centimeter.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, Arif Triyono, di Surabaya, Jumat, mengemukakan, puncak pasang maksimum tersebut, diperkirakan tidak akan sampai masuk wilayah daratan.

Menurut dia, pasang maksimum air laut merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun, meskipun waktunya dapat mengalami pergeseran.

Sementara itu, pasang maksimum hari ini (23/11) masih sekitar 140 centimeter yang akan terjadi pukul 21.00, sedangkan surut minimum -120 centimeter terjadi pukul 04.00 WIB dinihari tadi.

Pada 25 November mendatang, puncak pasang maksimum 150 centimeter akan terjadi pukul 22.00 dan surut minimum -170 cm terjadi 26 November pukul 06.00 WIB.

Puncak pasang maksimum bulan ini diperkirakan tidak akan sampai masuk ke wilayah daratan. Namun demikian, fenomena alam itu akan mempengaruhi alur pelayaran rakyat seperti di Dermaga Kalimas Surabaya.

Dermaga Kalimas yang relatif dangkal selama ini menjadi pusat kegiatan kapal-kapal antarpulau. Pada saat air laut surut, bisa menyebabkan kapal-kapal kandas.

Sementara itu, secara terpisah Prakiraan BMG Juanda, Joko Sulistyo, menambahkan bahwa Indonesia saat ini didekati tiga badai tropis Mitag, Hagibis dan Bongwe.

Meski demikian, badai-badai tersebut tidak sampai mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia secara signifikan.

Badai tropis Mitag pada pukul 13.00 WIB di posisi 14,1 derajat Lintang Utara (LU) - 12,6 derajat Bujur Timur (BT) atau berada di Filipina, badai tropis Hagibis pada pukul 13.00 WIB di posisi 11,6 derajat LU - 101,4 derajat BT atau di Vietnam dan badai tropis Bongwe pada pukul 13.00 WIB di posisi 14,1 derajat Lintang Selatan (LS) - 68,8 derajat BT berada di Samudera Hindia.

"Pengaruh badai itu di Indonesia hanya akan terjadi pembentukan awan, tapi tidak sampai mempengaruhi cuaca di Jawa Timur. Karena letak Jawa Timur dengan ketiga badai itu sangat jauh," katanya menambahkan. (*/boo)