< >

Erupsi Asap Anak Krakatau Terlihat dari Pantai Anyer

Sabtu, 24 November 2007 05:15
Kapanlagi.com - Erupsi asap letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, terlihat jelas di sekitar Pantai Anyer hingga ketinggian mencapai 600 meter sepanjang Jumat siang.

Petugas pengamatan di Pos Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, menyebutkan letusan dan kegempaan vulkanik Anak Krakatau terus meningkat dan mengeluarkan asap berwarna putih kelabu.

Sekitar pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, terjadi sebanyak 170 kali letusan, kegempaan vulkanik A (dalam) 25 kali, vulkanik B (dangkal) 45 kali, tremor 25 kali, dan gempa hembusan sebanyak 66 kali.

Aktivitas Anak Krakatau sepanjang Jumat mengalami peningkatan letusan dan kegempaan vulkanik, dibandingkan pada hari Kamis (22/11), sekitar pukul 00.00-12.00 WIB, terjadi sebanyak 152 kali letusan, kegempaan vulkanik A (dalam) 21 kali, vulkanik B (dangkal) 28 kali, tremor 49 kali, dan gempa hembusan sebanyak 41 kali.

"Peningkatan frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau masih fluktuatif dan relatif stabil sehingga tidak menimbulkan terjadi letusan lebih besar juga tsunami," kata Evrita Lusia, Tim Peringatan Dini di Pos Pemantauan GAK di Desa Pasauran, Pantai Anyer, Jumat malam.

Sejauh ini kondisi Gunung Anak Krakatau oleh Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, dinyatakan tetap di koridor siaga level III.

Hingga saat ini aktivitas GAK masih berlangsung dan mengeluarkan semburan lontaran batu pijar dan asap serta gas beracun. Padahal, dua hari lalu dinyatakan ada penurunan gempa vulkanik dalam dan dangkal.

Oleh karena itu, petugas pengamatan di Pos Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, terus memantau perkembangan GAK, bahkan Jumat siang terlihat jelas asap membumbung tinggi dari titik letusan gunung.

Ia mengatakan, selama ini pihaknya belum bisa memprediksikan status Anak Krakatau karena masih memuntahkan semburan batuan pijar dan asap serta gas beracun.

Akibatnya, kata dia, petugas tidak dapat melakukan pendeteksian ke kawasan kaki gunung, mengingat bahaya terkena lontaran batu panas dari kawah bukit selatan.

Akan tetapi, sampai saat ini letusan dan kegempaan Anak Krakatau tidak begitu mengkhawatirkan bagi warga sepanjang pesisir Provinsi Banten dan Lampung.

"Saya minta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan oleh aktivitas Anak Krakatau itu," ujarnya. (*/boo)