"Menurut rencana Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menghadiri pertemuan itu dan memimpin delegasi Indonesia," kata Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Beijing Iwan S. Amri, di Beijing, Minggu.
Menurut Iwan, rombongan delegasi Indonesia yang dipimpin Kepala BPOM Husniah Rubiana Th. Akib tiba di Beijing hari Minggu (25/11).
Forum Tingkat Tinggi Internasional Keselamatan Makanan, dipimpin oleh Badan Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi, dan Karantina CHina (AQSIQ) juga mendapat dukungan Departemen Kesehatan China (MOH), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam situs yang disampaikan pihak panitia, forum itu akan diikuti oleh para pejabat tinggi dari 40 negara dan wilayah serta 10 organisasi internasional di dunia yang bersama-sama mendiskusikan bagaimana memperbaiki keselamatan makanan internasional.
Tema forum itu adalah Memperkuat Pertukaran dan Kerjasama dan Meyakinkan Keselamatan Makanan. TUjuannya adalah menyediakan suatu ajang pertemuan pertukaran dan kerja sama serta membagi pengalaman dalam keamanan makanan oleh masing-masing negara dan organisasi.
Dari perspektif internasional dan globalisasi, para pejabat tingkat tinggi akan bertukar pikiran dan melakukan diskusi serta mengelola pengalaman mengenai keselamtan makanan, belajar satu sama lain, memperkuat kerja sama, memahami sejumlah isu global, mencegah penularan penyakit dalam makanan, melindungi kesehatan konsumen, serta mempromosikan perdagangan internasional mengenai makanan dan produk pertanian.
Forum tersebut akan memfokuskan pada tindakan koordinasi dalam mempromosikan keselamatan makanan, berbagi informasi dan memberikan pandangan secara profesional, serta mendiskusikan topik pendidikan keselamatan makanan, membangun kapasitas, serta mempromosikan kesehatan masyarakat.
Dalam forum itu AQSIQ dan MOH juga akan menggelar pertemuan meja bundar dengan sejumlah perusahaan makanan dan konsumen untuk mendapat informasi bagi keselamatan makanan.
Iwan mengatakan mengingat pertemuan tersebut merupakan pertemuan internasional dan bukan pertemuan bilateral, maka tidak ada rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dengan China soal keselamatan makanan.
"Mengingat pertemuan tersebut berskala internasional bukan bilateral, maka tidak ada rencana penandatanganan kerjassama antara Indonesia dan China," kata Iwan. (kpl/rit)