Dalam kunjungannya, pertama ke Vietnam oleh seorang pemimpin Komisi Eropa, Barroso akan mulai membicarakan satu Kemitraan Vietnam-Uni Eropa dan Perjanjian Kerjasama, menggantikan perjanjian tahun 1995, katanya dalam sebuah pernyataan.
Barroso memuji pertumbuhan ekonomi Vietnam yang cepat dan pengurangan yang besar tingkat kemiskinan dan mengatakan negara itu, yang menurut rencana akan menjadi anggota Dewan Keamanan PBB untuk dua tahun Januari mendatang, akan memainkan peran lebih besar di panggung internasional.
"Saatnya kini tiba untuk membentuk satu kemitraan politik yang lebih erat antara Uni Eropa dan Vietnam, yang memungkinkan kita menangani secara lebih efektif sejumlah tantangan global yang kita hadapi bersama," katanya dalam sebuah pernyataan.
Masalah-masalah penting dunia termasuk perobahan iklim, mengatur persaingan global yang meningkat, memerangi kemiskinan dan memerangi terorisme internasional, katanya.
"Tantangan-tantangan seperti itu mempengaruhi kita semua. Dan tidak satu negarapun, kendatipun negara paling kuat -- dapat menangani mereka secara berhasil secara sendirian."
Vietnam, sebuah negara miskin dan terkucil ketika perangnya berakhir tahun 1975, pertumbuhan ekonominya lebih delapan persen tahun lalu dan bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia Januari, menjadi tujuan investasi Asia yang semakin meningkat.
Barroso menurut rencana akan bertemu dengan PM Nguyen Tan Dung dan pemimpin Partai Komunis Nong Duc Manh serta para pemimpin bisnis dan mahasiswa universitas.
Ia akan meninggalkan negara itu, Selasa menuju China sebelum mengunjungi India dan sebelumnya ia telah mengunjungi Singapura dan Timor Leste sebagai bagian dari lawatan rejionalnya. (kpl/rit)