Dua ledakan di pusat kota utama Assa, Guwahati, menewaskan satu orang dan melukai delapan orang, kata seorang pejabat senior polisi yang meminta tak disebutkan jati dirinya.
"Ledakan tersebut terjadi di dekat pasar padat pengunjung yang berdampingan dengan kompleks pemakaman Muslim," kata pejabat itu.
Di kota kecil Tinsukia, sebanyak 550 kilometer di sebelah timur Guwahati, satu bom yang ditempatkan di satu mobil meledak di satu lokasi pasar melukai 12 orang, kebanyakan adalah orang belanja pada malam hari, kata seorang personil polisi.
"Bahan peledak tersebut dibawa di dalam mobil dan sebelum ledakan, pengemudinya melompat ke luar dan melarikan diri dari tempat itu naik sepeda motor seorang temannya," kata Kepala Polisi Tinsukia Prasanta Kumar Bhuyan melalui telpon.
Seorang korban cedera belakangan tak dapat bertahan akibat luka-lukanya di rumah sakit, katanya.
Polisi menuduh kelompok terlarang Front Persatuan Pembebasan Asom (ULFA), yang berusaha mendirikan negara merdeka sejak 1979, sebagai pelaku peledakan tersebut.
Lebih dari 10.000 orang telah kehilangan jiwa akibat aksi perlawanan di Assam dalam dua dasawarsa terakhir. (*/cax)