< >

Keselamatan Produk Makanan Tanggung Jawab Semua Negara

Senin, 26 November 2007 11:59
Kapanlagi.com - Keselamatan dan kualitas produk makanan yang beredar di pasaran dunia merupakan tanggung jawab setiap produsen dan negara, kata Komisaris Perdagangan Uni Eropa (UE) Peter Mandelson di Beijing, Senin.

Ketika berbicara dalam Forum Tingkat Tinggi Keselamatan Makanan Internasional, Mandelson mengatakan, sebagai produk yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat, kualitas dan kesehatan makanan menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut keselamatan bagi yang mengkonsumsi.

Kasus maraknya penolakan berbagai produk makanan asal China di sejumlah negara, termasuk ke UE beberapa bulan lalu, telah menjadi pelajaran bagi setiap produsen makanan dan negara asal untuk terus memperbaiki dan memperhatikan lebih serius.

"Negara-negara UE sendiri selama ini selalu peduli terhadap masuknya produk impor dari setiap negara dan bersikap adil dalam melakukan pemeriksaan produk makanan dari negara manapun," kata Mandelson.

Ia menyangkal bila selama ini ada anggapan UE memberlakukan diskriminasi terhadap produk asal China, yang seringkali ditolak masuk ke negara-negara UE dengan alasan kurang memenuhi standar.

"Kita tidak diskriminatif dan selalu memperhatikan kualitas dan keselamatan produk makanan. Itu sudah menjadi prinsip bagi kita dan bahkan semua negara di dunia," katanya.

Dengan perdagangan produk makanan yang nilainya mencapai miliaran dolar AS setiap tahunnya, maka tidaklah mengherankan bila masalah kualitas sangat diperhatikan dan menjadi kepedulian bagi setiap negara untuk memperhatikan.

Mandelson menilai masalah standar dan kesehatan makanan adalah sesuatu yang sangat mendesak dan penting karena hal itu tidaklah bisa ditawar-tawar lagi, terkait dengan keselamatan dan kesan suatu negara.

Masyarakat, katanya, juga memiliki hak untuk menolak dan mempertanyakan apakah produk makanan yang hendak dikonsumsi benar aman sehingga tidak mempengaruhi kesehatannya.

"Masyarakat di dunia saat ini juga sudah sangat kritis untuk memilih produk makanan impor dan situasi itu hendaknya menjadi perhatian serius bagi setiap produsen dan negara karena bisa mengakibatkan laku tidaknya produk yang di jual," katanya.

Forum Tingkat Tinggi Keselamatan Makanan Internasional di Beijing itu berlangsung dua hari dan diikuti oleh ratusan delegasi dari 40 negara, termasuk dari Indonesia yang diwakili oleh Kepala Badan POM Husniah Rubiana Th. Akib. (kpl/rit)