< >

China Ajak Negara Lain Kerja Sama Bidang Makanan

Senin, 26 November 2007 13:20
Kapanlagi.com - Pemerintah China mengajak negara-negara lain untuk bekerja sama meningkatkan keselamatan makanan mengingat makanan merupakan konsumsi masyarakat sehari-hari.

"China ingin bekerja sama dengan negara-negara di dunia untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan makanan yang tujuannya untuk melindungi hak konsumen," kata Wakil Perdana Menteri (PM) China Wu Yi, ketika membuka Forum Tingkat Tinggi Internasional Keselamatan Makanan, di Beijing, Senin.

Hal itu dikemukakan ketika membuka forum itu yang dihadiri oleh ratusan delegasi dari 40 negara, di antaranya dari Indonesia yang diwakili oleh Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) Husniah Rubiana Th. Akib.

Menurutnya, Pemerintah China dalam forum ini juga berharap agar seluruh dunia ikut memberikan perhatian penuh dalam melindungi masyarakat juga produsen makanan, di samping berupaya mendirikan badan informasi internasional untuk keamanan makanan.

Wu Yi mengatakan, China berharap negara-negara di dunia bisa berpartisipasi aktif dalam meningkatkan standar keselamatan makanan mengingat hal itu menyangkut kesehatan masyarakat di dunia.

Pemerintah China, katanya, selama ini juga terus menitikberatkan kerja sama dan perhatian yang tinggi atas keamanan dan kebersihan makanan.

"Rakyat bertumpu pada makanan dan makanan bertumpu pada rasa aman," kata Wu Yi.

Ia mengatakan, China selama ini sudah dan akan terus meningkatkan standar dan kualitas produk makanan sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi dalam mengkonsumsi produk buatan China.

Selain itu pula, katanya, pemerintah juga terus memperbaiki undang-undang (UU) mengenai keselamatan makanan sehingga produsen makanan tidak bisa lagi seenaknya memproduksi makanan yang tidak berkualitas.

Makanan `Made in China` yang ada di Indonesia sempat gempar di Indonesia karena diberitakan adanya formalin yang jauh melebihi kadar yang ditetapkan.

Pada forum kali ini, Wakil PM Wu Yi menegaskan, tingkat lulus sensor makanan `Made in China` yang dipilih dari 28 kelompok makanan dan 525 jenis makanan sudah mencapai di atas 90%.

"Itu berarti produk makanan buatan China sudah aman dan layak dikonsumsi, sehingga masyarakat tidak perlu ragu-ragu lagi," katanya.

Forum kali ini dihadiri oleh WHO (Organisasi Badan Kesehatan Dunia), Bagian Pertanian dan Makanan PBB dan lebih dari 600 delegasi yang berasal dari 5 Benua dan 40 lebih negara di seluruh dunia.

Keadaan di tempat sempat sedikit kacau karena alat penerjemah yang dibagikan untuk setiap utusan dan jurnalis tidak begitu jelas yang mengakibatkan adanya kesalahan antara orang yang dibacakan namanya dengan orang yang berdiri memberikan salam. (kpl/rit)