< >

Perusahaan China Kaji Akuisisi Batubara

Senin, 26 November 2007 16:21
Kapanlagi.com - Saham perusahaan China Shenhua Energy Senin, naik 5,7% setelah surat kabar setempat melaporkan bahwa produsen batubara China itu mempertimbangkan untuk membeli saham produsen batubara Indonesia, senilai US$4 miliar.

Namun seorang eksekutif senior dari perusahaan Indonesia itu mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan resmi dari Shenhua, yang menyatakan ingin melakukan akuisisi regional tersebut.

Shenhua yang berhasil meraup dana US$8,9 miliar dari go public pada September lalu, mempertimbangkan pembelian saham PT Adaro Indonesia, yang kini sahamnya dikuasai oleh keluarga Soeryadjaya dan 36% lainnya dimiliki investor termasuk Goldman Sachs dan Citigroup, tulis koran South China Morning Post.

Mengutip sumbernya, koran tersebut mengatakan bahwa Shenhua tidak cuma ingin membeli sebagian kecil saham Adaro melalui penawaran saham publik (IPO) Adaro senilai US$750 juta, di Bursa Efek Jakarta pada 2008.

Sebagai gantinya, Shenhua bisa mengambilalih penguasaan saham dan menghentikan penjualan saham atau memborong semua saham Adaro yang dijual pada IPO, kata koran tersebut tanpa memberikan rinciannya.

Manajer Pemasaran Adaro, Alastair Grant kepada Reuters Senin, mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui pendekatan yang dilakukan Shenhua kepada para pemegang saham perusahaan. Sementara eksekutif Shenhua menolak berkomentar.

"Adaro mempunyai pemegang saham yang beragam dan mungkin saja beberapa dari mereka ada yang dikontak, tetapi kami belum mendengar apa-apa tentang itu," kata Grant dalam jawabannya melalui surat elektronik.

Seorang sumber Shenhua kepada Reuters pada Oktober lalu mengatakan, perusahaan sedang mempertimbangkan akuisisi dari Australia, Indonesia dan Mongolia.

"Indonesia adalah lokasi ideal sejak hubungan negara itu dengan China kian erat," kata analis bank Eropa, yang menolak disebut namanya.

Kenaikan tarif angkutan berdampak signifikan pada biaya impor batubara China, sebagai konsumen batubara terbesar dunia. Permintaan negara itu untuk hidrokarbon naik hampir dua kalinya dalam lima tahun terakhir, yang menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonominya.

Adaro mengoperasikan tambang di empat lokasi deposit yang ada di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, dengan total cadangan mencapai 3 miliar ton batubara berkadar sulfur rendah, kata koran itu.

Adaro menyatakan bahwa pada Agustus lalu pihaknya menargetkan dapat memproduksi 36 juta ton batubara pada 2008.

Cheirman Shenhua, Chen Biting pada Oktober lalu mengatakan bahwa "kami ingin berhati-hati dan selektif membeli aset di luar negeri, fokus pada aset yang potensial dan cocok dengan perusahaan". (kpl/rit)