Dirut Pertamina Geothermal, Bambang Kustono di Jakarta, Senin mengatakan, pengoperasian pembangkit tersebut akan menambah kapasitas daya sistem kelistrikan Jawa-Bali.
"Pertengahan Desember ini, PLTP Kamojang mulai beroperasi, sehingga sistem kelistrikan Jawa-Bali akan bertambah 60 MW," katanya.
Menurut dia, jadwal pengoperasian tersebut lebih maju dari target sebelumnya Maret 2008.
Bambang mengatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu terbitnya Keputusan Menteri ESDM menyangkut harga listrik panas bumi yang direncanakan pada akhir Nopember ini.
Selain Kamojang, Bambang mengatakan, pihaknya sedang mengerjakan pengembangan panas bumi di wilayah kerja lainnya antara lain Lahendong (Sulsel), Ulubelu (Lampung), Lumut Balai (Sumsel), Sungai Penuh (Jambi), dan Hululais (Bengkulu).
Untuk Lahendong, Pertamina tengah mengerjakan unit kedua berkapasitas 2x20 MW. Lahendong unit pertama sudah beroperasi beberapa tahun lalu.
"Pada Maret 2008, Lahendong 2 akan beroperasi penuh," katanya.
Sedang Lahendong unit ketiga berkapasitas 2x20 MW saat ini masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan beroperasi 2011.
Ulebelu, lanjutnya, akan memulai sumur eksplorasi kedua pada Desember ini.
"Mudah-mudahan pembangkit unit pertama 2x55 MW mulai beroperasi 2012," katanya.
Pembangkit yang akan dibangun direncanakan sebanyak tiga unit dengan kapasitas masing-masing 2x55 MW, 2x55 MW, dan 55 MW.
Sedang, Sungai Penuh dan Hululais akan mulai pengeboran sumur eksplorasi pertama pada akhir 2008.
Sungai Penuh berkapasitas 1x55 MW dan Hululais 2x55 MW.
Untuk Lumut Balai, menurut Bambang, akan mulai pengeboran sumur eksplorasi pertama pada akhir Desember 2007.
Pembangkit tersebut akan dikembangkan hingga empat unit dengan kapasitas masing-masing 2x55 MW. (*/lpk)