< >

BTN Mampu Lampaui Pembiayaan RSH 2006

Selasa, 27 November 2007 06:15
Kapanlagi.com - Bank Tabungan Negara (BTN) akan mampu melampaui realisasi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSH) tahun 2006 sebanyak 83.488 unit.

"Kami yakin akan melampaui pencapaian tahun 2006, mengingat sampai 23 November 2007 lalu sudah mencapai 82.815 Rumah Sederhana Sehat (RSH)," kata Direktur Utama BTN, Kodradi di Jakarta, Senin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR-RI.

RDP yang diselenggarakan sejak pukul 19.00 WIB tersebut menghadirkan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), M. Yusuf Asy`ari beserta jajaran Deputi dan mitra kerja di bidang perumahan diantaranya BTN dan Perumnas.

Kodradi menyatakan keyakinannya mampu melampaui realisasi 2006. Apabila sampai akhir November masuk permohonan 10.000 KPRSH berarti realisasi 2007 sudah dipenuhi tinggal mengejar target 100.000 unit.

Asumsinya 23 November 2007 KPR sekitar 12.000 unit, sementara pada bulan November 2006 realisasinya hanya 5.000 unit. Begitu juga bulan-bulan sebelumnya seluruhnya lebih tinggi dibanding pencapaian 2006, kata Kodradi.

Menurut Kodradi, apabila melihat nilainya untuk RSH posisi 23 November sudah mencapai Rp3,063 triliun. Sedangkan total kredit mencapai Rp6,942 triliun atau 88% dari target Rp7,89 triliun.

Kodradi mengatakan, sebenarnya target kredit sudah terpenuhi karena BTN sebelumnya telah mengalokasikan pembiayaan bagi program Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebesar Rp1 triliun akan tetapi tidak terpakai.

"Jadi sekarang dalam upaya memenuhi target BTN akan memanfaatkan alokasi Rp1 triliun untuk membiayai kredit lainnya termasuk RSh. Sedangkan komitmen pembiayaan Rusunami akan dialokasikan tahun 2008 sebesar Rp1,75 triliun," ujarnya.

Sementara itu Deputi bidang Rumah Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto mengakui, dalam tahun 2007 ini belum ada satupun pengembang Rusuna yang merealisasikan Kredit Pemilikan Apartemen.

"Kami menyetujui apabila alokasi KPA BTN Rp1 triliun dapat disalurkan bagi kebutuhan lain yang mendesak termasuk pembiayaan RSH karena November dan Desember 2007 akan banyak pembangunan yang diselesaikan," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Rusunami berlantai di atas 6 lantai akan dapat diselesaikan tahun 2008 ini sebanyak sembilan menara yang tersebar di Jabotabek dari 25 yang dibangun, serta dapat segera diwujudkan KPA.

Zulfi mengatakan, Kementerian sampai saat ini tetap terus berupaya mengurangi biaya-biaya agar program ini menarik bagi pengembang karena harga jual per unit dipatok tidak boleh lebih dari Rp144 juta.

"Saya yakin dalam tahun 2008 ini kemudahan yang diberikan dapat lebih optimal sehingga pengembang yang tertarik membangun Rusuna akan semakin bertambah," ujar Zulfi dalam RDP. (*/lpk)