Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Khairil Burhan di Bengkulu, Selasa menjelaskan, kegiatan penanaman pohon itu merupakan bagian dari aksi tanam serentak yang dilakukan se-Indonesia.
"Besok, pukul 08.30 WIB, Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan pencanangan penanaman pohon serentak se-Indonesia di Cibadak, Bogor. Secara bersamaan akan dilakukan penanaman di seluruh daerah termasuk Bengkulu," katanya.
Secara nasional, akan dilakukan penanaman pohon sebanyak 79 juta, sedangkan khususnya di Bengkulu 500 ribu batang.
Menurut dia, aksi penanaman serentak itu untuk membuktikan pada dunia bahwa Indonesia mempunyai komitmen tetap menjaga hutan tropis yang menjadi "paru-paru" dunia.
Gerakan penanaman pohon serentak dilakukan dalam rangka menyambut konferensi internasional perubahan iklim yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 3-14 Desember 2007.
Konferensi itu, menurut Khairil digelar atas dasar keprihatinan dunia terhadap "global warming" sebagai dampak rusaknya hutan dan emisi industri dari negara-negara maju.
Akibat perubahan iklim itu, menimbulkan berbagai dampak seperti banyaknya musibah serta perubahan iklim yang tidak tepat waktu.
Indonesia dan semua pemerintah di daerah termasuk Bengkulu, sebagai pemilik hutan tropis 1,2 juta hektare, ketiga terbesar ketiga di dunia memiliki komitmen untuk menjaga dan menghijaukan kembali hutan yang rusak itu.
Kegiatan penanaman pohon itu akan dilakukan dua tahap yakni pada 28 November 2007 sebanyak 79 juta batang dan 1 Desember 2007 sebanyak 10 juta batang oleh para wanita peduli hutan.
Khusus untuk kegiatan penanaman di Bengkulu sudah siap termasuk bibit telah disediakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) setempat.
"Bibit sudah ada dan telah kita distribusikan pada semua kabupaten kota. Untuk tingkat provinsi kegiatan penanaman dipusatkan di areal eks Seleksi Tilawatil Qur`an Nasional (STQN) di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN)," katanya.
Kegiatan penanaman pohon itu rencananya akan dihadiri Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, namun batal dan hanya akan dilakukan oleh Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin.
Aksi penanaman 500 ribu batang pohon itu diharapkan dapat mengurangi lahan kritis di Bengkulu yang luasnya mencapai 700 ribu hektere. (*/boo)