< >

Puluhan Lokalisasi PSK Terendam Banjir Air Laut Pantura

Rabu, 28 November 2007 09:05
Kapanlagi.com - Puluhan lokalisasi pekerja seks komersil (PSK) terendam banjir air laut akibat pasang gelombang di Perairan Pantai Utara (Pantura) Kampung Baru Dadap, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (27/11).

"Banjir kali ini termasuk parah karena air laut menggenangi hampir seluruh rumah yang ada di Kampung Baru Dadap dengan ketinggian mencapai 50 centimeter," kata Nyonya Ukar Sukarna (62) warga Kampung Baru Dadap RT 03/01 Kelurahan Dadap Kecamatan Kosambi, di Tangerang, Selasa.

Sukarna mengatakan, meski beberapa lokalisasi terendam banjir namun beberapa wanita yang berprofesi menghibur pria "hidung belang" tersebut masih tetap menggelar "operasi" untuk mencari pelanggannya.

Dikatakan Sukarna, akibat banjir tersebut, sebagian warga tidak bisa tidur tenang pasalnya khawatir terjadi pasang gelombang air laut susulan yang memperparah kondisi atau bahkan muncul gelombang tsunami.

Sukarna mengatakan, ketinggian air banjir mulai terjadi pada hari Senin (26/11) kemarin, musibah kejadian kali ini merupakan yang terburuk sejak bulan Oktober 2002 lalu yang mencapai ketinggian satu meter.

Pantuan di beberapa pekerja kafe dan lapak hiburan berusaha memindahkan alat rumah tangga dan peralatan tempat hiburan seperti sound system, tape bahkan kasur serta kursi ke tempat yang lebih tinggi.

Namun sebagian wanita penghibur tersebut terlihat duduk di bangku depan lapak yang menjadi tempat transaksi dengan pelanggannya, diketahui Kampung Baru Dadap dikenal warga Tangerang sebagai tempat lokalisasi PSK.

Hingga pukul 14.00 WIB, warga RT 03/01 Kampung Baru Dadap masih membersihkan sekitar rumahnya secara bergotong royong membersihkan kotoran di lorong jalan menuju pemukiman warga.

Selain itu, sebanyak 200 siswa SDN 02 Dadap terpaksa tidak mengikuti proses belajar mengajar pasalnya bangunan sekolahnya terendam banjir, akhirnya kepala sekolah menginstruksikan muridnya untuk bergotong royong membersihkan sekolah.

"Bahkan satu bangunan mushola Al-Innayah juga terendam banjir akibat pasang air laut di Pantura," kata Sukarna. (*/cax)