< >

Venezuela Tarik Dubesnya dari Kolombia Karena Percekcokan Soal Sandera

Rabu, 28 November 2007 13:42
Kapanlagi.com - Presiden Venezuela Hugo Chavez telah menarik duta besarnya dari Kolombia Selasa, meningkatkan perselisihan karena keputusan Bogota untuk membatalkan pemimpin beraliran-kiri itu sebagai penengah dalam pembicaraan untuk membebaskan sandera.

Penarikan itu menambah ketegangan setelah Chavez dan Presiden Alvaro Uribe bertukar ejekan karena diakhirinya dengan tiba-tiba pekan lalu upayanya untuk membebaskan sandera yang telah ditahan selama beberapa tahun oleh pemberontak FARC, termasuk tiga warga Amerika dan politikus Kolombia-Perancis Ingrid Betancourt.

"Untuk melakukan penilaian yang mendalam atas hubungan bilateral, (pemerintah) telah menarik kembali duta besarnya dari Bogota," kementerian luar negeri mengatakan dalam satu pernyataan.

Kolombia mengatakan akan mempertahankan duta besarnya di Karakas, kali pertama dalam beberapa hari satu pihak bereaksi terhadap tindakan pihak lainnya tanpa meningkatkan lagi perselisihan antara dua tetangga Andean dengan 6 miliar dolar dalam perdagangan tahunan itu.

"Kami akan tetap mengawasi situasi itu untuk melihat apa yang terjadi," Menlu Kolombia Fernando Araujo mengatakan.

Bentrokan antara Chavez dan lawan ideologisnya itu merupakan perselisihan diplomatik keduanya bulan ini. Ia telah membekukan hubungan dengan Spanyol setelah rajanya mengatakan padanya di depan umum untuk "tutup mulut".

Chavez juga akan menghadapi Minggu ini pertempuran pemilihan paling kerasnya sejak berkuasa 1999 dalam referendum untuk membiarkannya mencalonkan diri untuk dipilih kembali untuk jangka waktu tak terbatas dengan pemilihan menunjukkan tokoh yang mencap dirinya sebagai sosialis revolusioner itu mungkin akan kalah.

Pada Minggu, pemimpin anti-AS itu mengatakan ia juga telah membekukan hubungan dengan Kolombia, menuduh Uribe berada dalam perselisihan itu, dan memperingatkan percekcokan itu dapat mempengaruhi usaha lintas-perbatasan.

Uribe, sekutu dekat Washington, membalas dengan menuduh Chavez mendukung Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC, yang masih melancarkan pemberontakan yang berlangsung paling lama di Amerika Latin itu meskipun ada perbaikan keamanan.

Sengketa perbatasan

Percekcokan pemerintah itu adalah yang terburuk sejak Chavez menarik duta besarnya pada 2005 setelah para pemburu-hadiah menculik seorang komandan pemberontak Kolombia dari sebuah jalan di Karakas dan membawanya melintasi perbatasan untuk ditangkap.

Pada waktu itu, Chavez menuduh Kolombia telah melanggar kedaulatan Venezuela dan dengan singkat menangguhkan perjanjian usaha. Perdagangan bilateral menurun 15 persen.

Chavez menghadirkan sosialisme abad ke 21-nya sebagai penangkal bagi kebijakan pasar bebas AS di Amerika Latin sementara Uribe yang konservatif menjadi benteng dukungan bagi Gedung Putih bahkan ketika partai Demokrat menolak menyetujui satu perjanjian perdagangan bebas.

Namun pada bagian terakhirnya, kedua pemimpin itu berusaha untuk menjaga hubungan yang pragmatis. Mereka secara bersama meresmikan pipa gas tahun ini yang melintasi perbatasan sepanjang 2.200 Km mereka.

"Ilmu kimia mereka miliki meskipun (karena ada) perbedaan akan menjadi sulit untuk kembali," kata Michael Shifter pada kelompok pemikir Dialog Antar-Amerika di Washington. "Namun kedekatan dan perdagangan akan mendorong hubungan itu kembali pada jalurnya."

Venezuela adalah mitra perdagangan nomer dua setelah AS, dan Kolombia menikmati sekali ekspor banyak makanan baik ke Karakas, tempat pengawasan peredaran mata uang dan harga telah menyebabkan kekurangan akut dalam beberapa barang seperti susu dan gula.

Kolombia mengundang Chavez Agustus untuk berusaha memerantarai perjanjian dengan pemberontak mengenai sandera mereka, beberapa dari mereka telah ditahan selama hampir 10 tahun di kamp-kamp rahasia di hutan. Mandat sayap kirinya telah menimbulkan harapan ia dapat mencapai perjanjian.

Namun Uribe tampaknya menjadi frustasi dengan penanganan Chavez atas pembicaraan yang sulit itu. Kolombia dengan tiba-tiba mengakhiri upaya itu, dengan mengatakan Chavez telah melanggar protokol karena telah berbicara dengan kepala militer Kolombia tanpa izin. (*/cax)