Kapal Perang China Adakan Kunjungan Persahabatan ke Jepang
Kapanlagi.com - Sebuah kapal perang China Rabu tiba di satu pelabuhan Jepang untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II dalam upaya terakhir mereka, kedua negara raksasa Asia, untuk memperbaiki hubungan-hubungan. Pada saat orkes militer di atas kapal memainkan sebuah lagu mars, kapal perusak China Shenzhen memasuki dermaga di Tokyo pusat, disambut oleh prajurit militer Jepang dan ratusan penduduk China melambaikan bendera kedua negara. Sejumlah aktivis sayap kanan juga memasuki dermaga memprotes kedatangan kapal tersebut, namun dihentikan oleh para petugas kepolisian saat mereka semakin dekat ke kapal, kata para saksi mata. Kapal perang tersebut membawa 340 pelaut, akan berada di dermaga Tokyo selama empat hari dengan kegiatan persahabatan. Para pejabat seniornya akan mengunjungi kementerian pertahanan Jepang dan melakukan peninjauan ke sebuah pangkalan militer. Ini adalah untuk pertama kalinya kapal China melakukan kunjungan lebih dari 70 tahun lalu. Kunjungan terakhir kapal perang China terjadi pada tahun 1934 dari Republik China Chiang Kai-shek, menurut kantor berita Kyodo News. Hubungan antara Jepang dan China masih terkendala oleh kenangan perang di laut. China memutus semua kontak tingkat tingginya dengan Jepang pada 2001-2006 semasa Jepang dibawa perdana menteri Junichiro Koizumi, berkaitan dengan kunjungan-kunjungannya ke kuil Yashukuni yang dipersembahkan untuk para korban perang, yang kontroversial. Pengganti Koizumi, Shinzo Abe, melakukan pendekatan ke China dan melakukan kunjungan resmi pada tahun lalu. Abe digantikan oleh Yasuo Fukuda September lalu, tokoh yang sejak lama berusaha memperbaiki hubungan-hubungan dengan China, yang diperkirakan akan melakukan kunjungan ke Beijing pada bulan-bulan mendatang. Hubungan-hubungan militer keduanya secara khusus mengendalikan kekuatan-kekuatan di Asia, namun Jepang meminta China yang sangat pesat dalam meningkatkan anggaran pertahanannya untuk bersikap lebih terbuka. Jepang, yang saat ini merupakan salah satu dari negara dengan anggaran militer terbaik di dunia, secara resmi menyatakan cinta damai, dan menyandarkan kepada Amerika Serikat sebagai payung militer sejak pihaknya kalah dalam Perang Dunia II. Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba, Selasa menyatakan kekhawatirannya mengenai dukungan Prancis untuk mencabut embargo senjata Uni Eropa yang dikenakan terhadap China. Shigeru Ishiba mengatakan, kebijakan tersebut masih diperlukan untuk pertimbangan `keseimbangan militer` di kawasan Asia Timur. (*/cax) |