"Alhamdulillah air sudah surut. Warga sekarang sedang berbenah-benah membersihkan rumah masing-masing akibat banjir kiriman yang kita dengar terjadi karena tanggul jebol di Sembahe," kata Lurah Aur, Puji Latuperissa, yang dijumpai di lokasi musibah, Rabu.
Menurut dia, Camat, Lurah dan Kepling bersama-sama dengan masyarakat sejak Selasa (27/11) malam hingga Rabu (28/11) menjelang subuh tetap siaga di Posko Penanggulangan yang dibangun untuk mengatasi luapan air sungai.
"Mereka begadang memantau luapan air sungai," katanya
Menurut Kabag Humas Pemko Medan melalui Kasubbag Pengumpulan dan Penyaring Informasi Rusdy Siregar, informasi yang diterimanya dari Camat Medan Maimun, Arfan Harahap, menyebutkan ribuan rumah warga sempat terendam ini khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai, seperti di Kelurahan Aur, Hamdan, Jati, Sungai Mati, Kampung Baru dan Sukaraja.
"Jumlah persisnya rumah warga yang tergenang akibat banjir kiriman ini masih dalam pendataan," katanya.
Kepala Lingkungan IV Kelurahan Aur, Arsil Tanjung, yang juga dijumpai di lokasi musibah mengungkapkan, luapan Sungai Deli terjadi sekira pukul 21.00 WIB dan berangsur surut sejak pukul 03.15 WIB.
"Kita juga mendengar banjir kiriman ini terjadi akibat tanggul jebol di Sembahe," katanya.
Ia mengatakan luapan air sempat menggenangi sekira 140 rumah warga di Lingkungan IV hingga setinggi 1,2 meter.
"Sebagian warga mengungsi ke Masjid Jamik yang ada di Lingkungan IV Kelurahan Aur, sebagian lainnya mengungsi ke rumah warga yang dinilai lebih aman," ujarnya. (*/boo)