"Seluruh siswa tidak ada yang diliburkan sejak banjir terjadi pada hari Senin (26/11) lalu," kata Wali murid Kelas V SDN 02 Dadap, Naryono (42), di Tangerang, Rabu.
Selain itu, musibah banjir yang diakibatkan pasang gelombang laut tersebut menggenangi sekitar 500 unit rumah warga di Kampung Baru dan Kampung Kamal Malang, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Tangerang.
Bahkan sebanyak 1.500 warga dari 600 kepala keluarga harus dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi dan di tempatkan di empat tenda bantuan dari Departemen Sosial Republik Indonesia.
Naryono mengatakan, SDN 02 daya tampung sebanyak 204 siswa dengan fasilitas ruang kelas mencapai dua lokal bangunan yang terdiri dari enam kelas untuk ruang siswa kelas satu hingga enam.
Dikatakan Naryono, ketinggian air laut yang menggenangi rumah dan bangunan sekolah mulai terjadi sejak Senin (26/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, namun puncaknya terjadi pada pukul 10.00 WIB.
Karena khawatir kondisi banjir semakin memburuk dan memakan korban jiwa siswa, akhirnya kepala sekolah dan guru menginstruksikan siswa kelas satu, dua dan tiga untuk pulang ke rumahnya sedangkan siswa kelas empat, lima dan enam tetap bertahan mengikuti proses belajar mengajar.
Sebanyak 204 murid SDN 02 Dadap mengikuti jadwal proses belajar mengajar dalam setiap harinya (kecuali Minggu) dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, namun saat terjadi puncaknya banjir yang mencapai ketinggian 50 meter, maka pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sebagian proses belajarnya.
Hingga hari Rabu siang, meski tidak ada genangan air, namun kondisi ruang belajar siswa dan halaman sekolah masih terlihat dipenuhi kotoran dan lumpur tebal akibat musibah banjir gelombang pasang air laut.
Menurut Naryono, pihak sekolah tidak akan melakukan pembersihan bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 1983 tersebut, pasalnya gelombang air laut belum terlihat menurun sehingga masih berpotensi terjadi banjir susulan.
Namun demikian, para siswa melakukan pembersihan di sekitar ruangan kelas yang menjadi tempat belajar siswa. Rencananya pembersihan secara total akan dilakukan dengan melibatkan warga yang berada di sekitar sekolah.
Sementara duta lingkungan hidup dari PBB, "Si Doel" Rano Karno menyempatkan untuk mengunjungi SDN 02 Dadap dan korban banjir di lokasi yang menjadi daerah langganan banjir setiap datang musim angin barat tersebut.
Rano yang tercatat sebagai calon wakil bupati Tangerang tersebut, mengatakan, musibah banjir tersebut dampak dari pemanasan global sehingga terjadi pencairan es di kutub utara yang membuat debit air laut menjadi meningkat. (*/cax)