
Dalam ajang yang akan menganugerahkan sembilan penghargaan itu, dua negara tersebut menempatkan tiga film unggulannya. India meloloskan DHARM, VANAJA, dan KABUL EXPRESS. Sedangkan film Cina yang masuk nominasi adalah WEED, FAMILY ON THE SKY LAKE, dan LAST LAMBERJACK.
Lebih dari 500 film asal 50 negara turut dalam seleksi festival yang didedikasikan untuk sineas debutan itu. Indonesia mengirimkan 10 film, namun tak satupun masuk dalam nominasi.
Singapura, yang menjadi tuan rumah dan mengirimkan 25 judul, juga tak bernasib lebih baik.
"Dalam seleksi ini kami hanya memilih film yang memang layak diberi anugerah. Tanpa mempertimbangkan dari mana negaranya. Ya inilah cermin film Asia," kata Direktur AFFF Sanjoy Roy.
Dalam tahap seleksi, AFFF memang komite seleksi terkemuka di Asia, seperti Carol Haslam, produser senior yang telah 20 tahun malang-melintang di dunia penyiaran dan film.
Panitia juga mengundang Gordon Chang, yang lebih dari 20 tahun bekerja di industri Film Hongkong, Peggy Cjiao, sineas Taiwan yang telah mengikuti lebih dari 50 festival film internasional dan Uma da Cunha, yang bisa disinonimkan dengan Industri Film India.
"Alhasil film-film itulah yang muncul sebagai cerminan film Asia kini," ujarnya.
Satu-satunya negara yang data mengimbangi Cina dan India dalam festival tersebut adalah Australia. Australia memasukkan tiga filmnya antara lain BEAUTIFUL, LUCKY MILES, 5 MOMENTS OF INFIDELITY.
Australia selama ini merupakan negara industri perfilman yang mapan setelah Amerika.
Berbeda dengan nominasi film cerita, negara yang masuk dalam nominasi film dokumenter lebih beragam. Vietnam, Lebanon, Iran, Filipina, dan Mongolia berhasil memasukkan sineas mudanya dalam ajang itu.
Juri AFFF akan memilih sembilan nominasi, yakni film terbaik, sutradara terbaik, skenario terbaik, sinematografi terbaik, pemain pria terbaik, pemain wanita terbaik, film dokumenter terbaik, sutradara dokumenter terbaik.
AFFF juga menyertakan enam wartawan dari Cina (CCTV dan China Daily), India (Film Fare Magazine), Australia (The Australian), dan Indonesia (ANTARA) untuk menjadi juri film terbaik pilihan jurnalis asing. (*/boo)