"Artinya, setiap satu BTS hidup, maka Telkom telah menyiapkan demand sebesar tiga juta pelanggan di wilayah tersebut," kata Executive General Manager Telkom Divre V Jatim, Mas`ud Khamid, di Surabaya, Minggu.
Didampingi Communication Manager, Djadi Soegiarto, ia mengemukakan bahwa dari 2.000 BTS yang akan beroperasi pada 2008 tersebut, 650 BTS di antaranya "menumpang" BTS Telkomsel yang juga anak perusahaan Telkom.
Menurut dia, kapasitas tiap BTS tersebut tidak sama, antara 2.500 hingga 7.000 pelanggan, tergantung jumlah Channel Element Management Assembly (CEMA) yang diprogram (install), sesuai pangsa pasar di wilayah BTS tersebut.
Jumlah pelanggan Flexi di Jatim saat ini mencapai 1,9 juta lebih dan dijangkau 450 BTS. Rata-rata tiap BTS bisa menjangkau atau melayani sekitar empat ribu pelanggan.
Sementara itu, okupansi trafik BTS di wilayah Surabaya dan Malang sekitar 80 persen, sedangkan di daerah lain di Jatim masih sekitar 40 persen.
Menyinggung migrasi frekuensi Flexi di wilayah Jabar dan Jabodetabek yang sudah selesai, ia mengatakan bahwa ada beberapa parameter sistem di handset pelanggan Flexi Jatim harus di-setting ulang, atau Program Roaming List (PRL).
Hal itu dilakukan supaya pelanggan Flexi Jatim bisa menggunakan nomor COMBO di wilayah Jabar dan Jabodetabek. "Yang terjadi saat ini, pelanggan Flexi di Jatim berhasil mendapatkan nomor COMBO Jakarta dan wilayah yang terkena migrasi frekuensi, namun handset tidak bisa dipakai saat di kota tujuan," kata Mas`ud menjelaskan.
Sebelum di update oleh sistem, katanya, server akan mengirim pesan kepada pelanggan.
Sekitar 50 persen total pelanggan Flexi di Jatim kini sudah melakukan update secara sistem dan dari pelanggan itu 50 persen melakukan dengan mengirim SMS ke nomor 7753 atau dengan meminta bantuan ke 147. (*/boo)