< >

Milisi Al Qaeda Bunuh 10 Orang di Utara Baghdad

Minggu, 02 Desember 2007 14:17
Kapanlagi.com - Mereka yang diduga anggota jaringan Al Qaeda menyerbu sebuah desa di utara Baghdad, Sabtu menewaskan paling tidak 10 orang, kata para pejabat, kendatipun jumlah terakhir korban menunjukkan penurunan yang tajam di kalangan sipil yang tewas Nopember.

"Para anggota Al Qaeda pagi ini menyerang desa Duailiyah menewaskan 10 orang dan beberapa orang lainnya cedera," kata Kolonel polisi Hazim Yasin dari kota terdekat Baquba.

Seorang perwira polisi lainnya di Baquba mengatakan mereka yang tewas itu termasuk beberapa wanita dan anak-anak. Ia mengatakan delapan orang cedera dalam serangan dan melihat para penyerang membakar beberapa rumah di desa itu.

Belasan milisi menyerang desa itu. Mereka terlebih dulu melepaskan tembakan mortir dan kemudian menyerang desa itu dengan menggunakan senapan," katanya.

Dokter Abdul Salam Harfash di rumah sakit Baquba membenarkan jumlah korban itu.

"Kami menerima 10 mayat korban di Duailiyah ," katanya kepada AFP.

Serangan itu bersamaan dengan disiarkannya angka korban bulanan yang menunjukkan jumlah warga Irak yang tewas Nopember menurun 606, jumlah terendah dalam 21 bulan.

Angka terendah sebelumnya korban tewas rakyat Irak , sesuai dengan data yang dihimpun oleh kementerian-kementerian dalam negeri, pertahanan dan kesehatan adalah 637 orang Februari 2006 ketika masjid Syiah, Al Askari di kota Samarra, Irak tengah dibom, yang menimbulkan konflik sektarian yang sampai kini masih berlanjut.

Sejumlah 887 warga Irak tewas Oktober dan 840 orang September.

Dari mereka yang tewas Nopember itu, 537 orang adalah warga sipil , 24 tentara dan 45 polisi.

Pertumpahan darah yang meletus setelah serangan terhadap masjid itu Februari 2006 mencapai puncak Januari tahun ini dengan 1.992 orang tewas dilaporkan oleh ketiga kementerian itu.

Ketegangan politik di negara itu kembali meningkat setelah tindakan terhadap pemimpin Sunni Adnan al Dulaimi setelah tentara Irak mengatakan bom-bom mobil ditemukan dekat kantornya di Baghdad.

Dulaimi dikenakan tahanan rumah sejak Jumat, yang memicu peringatan oleh kelompok parlemen utama Sunni bahwa proses politik yang masih muda negara itu bisa rusak.

Front Kesepakatan Nasional mengatakan tindakan terhadap Dulaimi itu "akan merumitkan proses politik itu".

"Itu akan meningkatkan ketegangan politik pada saat Baghdad relatif tenang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Militer Irak mengatakan dua bom mobil ditemukan dekat kantor Dulaimi, daerah Hail Adel,Baghdad.

Pasukan meledakkan bom-bom itu dan kemudian menahan putra Dulaimi dan belasan pengawalnya, sementara Dulaimi mengatakan ia sendiri telah berada dalam tahanan rumah yang ketat. (*/lpk)