< >

Villareal Kandas Sehingga Real Unggul Empat Poin

Senin, 03 Desember 2007 10:34
Kapanlagi.com - Villarreal gagal melakukan tekanan terhadap pimpinan klasemen Real Madrid ketika mereka kandas 0-2 saat berhadapan dengan tim yang lagi berjuang Valladolid pada lanjutan kompetisi Liga Spanyol, Minggu.

Real mengantungi 32 poin dari 14 pertandingan dan empat angka unggul setelah menang 3-1 atas Racing Santander pada pertandingan Sabtu dan dua gol mereka berasal dari kapten Raul Gonzalez.

Villarreal turun ke urutan kedua setelah Barcelona yang unggul selisih gol kendati sama-sama menyandang 28 poin, setelah tim Catalan itu bermain imbang 1-1 lawan saingan sekota Espanyol, Sabtu.

Joseba Llorente membuka gol untuk Valladolid ketika pertandingan berlangsung 18 menit lewat tendangan keras dari jarak dekat. Victor Fernandez menambah gol bagi Valladolid 11 menit setelah turun minum.

"Pada babak pertama kami memiliki peluang dan sebenarnya dapat menghasilkan gol. Pada babak kedua kami mengawalinya dengan baik tetapi ketika Valladolid menciptakan gol maka berakhir peluang kami," kata pelatih Villarreal, Manuel Pellegrini.

Atletico Madrid naik ke tangga keempat setelah membukukan kemenangan 2-0 lawan tim yang terancam terdegradasi, Real Betis.

Jose Antonio Reyes nyaris membuat Atletico memimpin ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit ketika tembakannya membentur tiang gawang, namun Diego Forlan memecah kebuntuan itu pada menit ke-33.

Striker gesit dari Uruguay itu menjinakkan bola umpan dari Kun Aguero dengan menggunakan dadanya sebelum tendangan kaki kirinya menembus jala lawan dari jarak dekat. Raul Garcia menambah angka kedua Atletico pada injury time.

Pemandangan buruk terjadi pada akhir permainan, ketika pendukung Betis mencoba menyerbu tempat duduk ofisial timnya, namun polisi dengan cepat mengamankan ketua klub Jose Gomez dan mantan direktur klub Manuel Ruiz de Lopera.

Pelatih Betis Hector Cuper juga dikhawatirkan nasibnya setelah timnya hanya menang dalam dua pertandingan musim ini membuat klub yang bermarkas di Seville itu berada pada tingkat kedua dari bawah.

Gol menit ke-90 yang dibuat pemain Getafe, Braulio Nobrega, menimbulkan keprihatinan bagi Levante karena mereka kalah 1-2 dan belum pernah menang pada laga kandang musim ini.

Levante memimpin pada menit ke-15 ketika Riga Mustapha melakukan tendangan ulang atas bola mental yang dilayangkannya dari titik penalti ketika penjaga gawang Getafe, Pato Abbondanzieri, hanya mampu menepisnya.

Getafe menyamakan kedudukan ketika pertandingan berlangsung satu jam ketika Braulio memanfaatkan umpan panjang dari pemain tengah Manu Del Moral, yang juga mencoba penjaga gawang tetapi bola membentur tiang gawang dua menit sebelumnya.

Pertandingan itu diwarnai kekhawatiran yang menimpa pemain bertahan Levante, Inaki Descarga, yang tumbang di lapangan.

Descarga cedera dan tidak sadarkan diri setelah terjadi benturan kepala dengan pemain tengah Getafe, Ruben De La Red, sembilan menit sebelum turun minum.

Mobil ambulans masuk ke dalam lapangan dan Descarga masih belum sadar ketika ia dibawa keluar dari lapangan. Ia dibawa ke rumah sakit Madrid dan disebutkan kondisinya tidak terlalu berbahaya.

"Kami sempat ingin menghentikan pertandingan. Hal itu kami bahas, antara wasit dan pelatih Getafe Michael Laudrup dan saya. Tetapi kabar bagus datang dan pertandingan dilanjutkan," kata pelatih Levante, Gianni De Biasi.

Osasuna naik

Osasuna naik dari zona degradasi setelah membukukan kemenangan 2-1 atas tim yang juga sedang berjuang Deportivo La Coruna, yang melorot ke urutan ketiga dari bawah.

"Situasinya tidak bagus, saya khawatir. Kami melakukan yang terburuk musim ini," diakui pelatih Deportivo, Miguel Angel Lotina.

Pemain tengah dari Ceko, Jaroslav Plasil, mencetak gol pertamanya untuk Osasuna sejak ia bergabung dari Monaco dengan klub yang bermarkas di Pamplona itu musim panas ini, lewat tendangan kaki kiri spektakuler pada menit ke-47.

Deportivo menyamakan kedudukan lewat Ruben Castro ketika permainan tinggal enam menit lagi tetapi Dady membuat Osasuna menang dua menit menjelang pertandingan bubar, ketika tendangan kaki kirinya dari jarak 20 meter menembus gawang lawang.

Keprihatinan Valencia berlanjut hanya empat hari setelah mereka gagal maju dari penyisihan grup Liga Champions ketika mereka di kandang sendiri kalah 0-3 atas Athletic Bilbao.

Kemenangan itu merupakan pertama bagi tim Basques itu di stadion Mastalle di Valencia, dalam rentang waktu 20 tahun ini.

Francisco Yeste mencetak gol pertama Athletic pada menit ke-33 melalui tendangan bebas dari jarak 25 meter dan Fernando Llorente menambah dua lagi pada babak kedua, membuat kesedihan berlanjut bagi Valencia dan pelatihnya Ronald Koeman. (*/cax)