Pemantauan di Kecamatan Ngemplak dan Sambi, Senin, hujan deras yang disertai angin kencang telah memporakporandakan puluhan rumah di Kecamatan Sambi Boyolali, pada hari Minggu (2/12), sekitar pukul 17.30 Wib.
Kondisi serupa juga dialami warga di Kecamatan Ngemplek, satu rumah roboh, tiga rumah rusak berat dan puluhan rumah rusak ringan.
Seorang warga Desa Kedunggupit, Ngemplak, Imam Galib mengatakan hujan disertai angin kencang yang melanda desanya, Minggu (2/12) sore mengakibatkan rumahnya roboh tertimpa pohon jati yang tumbuh dibelakang rumahnya.
"Saya sekeluarga masih untung, semuanya selamat, karena saat kejadian anggota keluarganya berada di luar rumah," kata Imam.
Nasib serupa juga menimpa, Sunarto, di Desa Kedunggupit, atap dapur rumahnya juga tertimpa pohon jati, beruntung dalam musibah itu tidak ada korban.
Selain itu, angin kencang juga menerjang dua gedung sekolah SD Negeri Pandeyan 3 di Ngemplak Boyolali, dan mengakibatkan dua bangunan rusak dan beberapa pohon juga tumbang menimpa ruang kelas 3 dan 4 serta genteng ruang perpustakaan sekolah itu juga beterbangan.
Penjaga SD Pandeyan 3 Ngemplak, Edy, menjelaskan, dua ruang SD Pandeyan 3 itu mengalami rusak parah setelah diterjang angin kencang, mengakibatkan buku pelajaran dan alat-alat olahraga banyak yang rusak.
"Buku pelajaran olahraga dan kesehatan rusak terkena air hujan. Pihak sekolah terpaksa menjemur buku-buku itu," katanya.
Pihaknya sekolah belum bisa memprediksi berapa kerugian yang ditanggung akibat musibah tersebut. selain itu, akibat musibah itu juga mengganggu aktivitas belajar-mengajar, tetapi masih tetap berlangsung.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesbanglimas Boyolali, Bambang Sinungharjo, yang didampingi Kasi Penyelamatan dan rehabilitasi bencana alam, Suhartanto, menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendataan kerusakan di Kecamatan Sambi dan Ngemplak akibat musibah angin puting beliung itu.
Selain itu, pihaknya juga koordinasi dengan Bagian Sosial, Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Boyolali untuk memberikan bantuan gotong-royong dan logistik bagi para korban.
Korban yang rumahnya mengalami rusak berat dan tidak layak dihuni lagi, sementara diungsikan di tempat yang aman di rumah-rumah terdekat.
"Kami sedang mendata rumah warga yang rusak akibat terjangan angin kencang dan pemkab rencana akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah korban angin puting beliung sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per unit," kata Suhartanto. (*/boo)