Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Deptan, Djoko Said Damardjati di Jakarta, Selasa mengatakan, meskipun pasar beras premium masih terbatas namun menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun.
Dia mengungkapkan, pasar beras wangi di Jakarta saat ini baru 100 ton per hari namun pada tahun depan diharapkan meningkat menjadi 2.000 ton per hari.
"Di Singapura bahkan beras Pandanwangi Indonesia mengalahkan beras wangi dari China dan Thailand," katanya.
Saat ini produksi beras wangi yang dikembangkan di Karawang baru seluas 500 ha dengan produksi 100 ton.
Menurut Djoko, beras wangi atau kualitas premium yang dikembangkan saat ini yakni varietas Pandan Wangi di Cianjur dan varietas Ciherang di Karawang.
Beras wangi tersebut umumnya dijual di pasar-pasar modern dan konsumennya kalangan menengah ke atas karena harga jualnya lebih tinggi dibanding beras kualitas medium.
Harga beras Pandan Wangi di tingkat petani, lanjutnya sekitar Rp4000-Rp9000/kg namun harga jual di supermarket bisa mencapai Rp20.000/kg.
Djoko mengatakan, untuk mengantisipasi pemalsuan varietas beras wangi yang dijual di pasaran, pemerintah menerapkan peraturan labelisasi terhadap beras tersebut.
"Dengan membeli beras berlabel maka dijamin beras tersebut 100 persen pandanwangi asli," katanya.
Jika terjadi pemalsuan isi, tambahnya, konsumen bisa mengajukan produsen ke pihak yang berwenang yang mana sanksinya dendan hingga Rp5 miliar serta sanksi pidana.
Saat ini lembaga yang berwenang mengeluarkan label jaminan varietas beras yang dijual masih ditangani Institut Pertanian Bogor (IPB), namun kedepan akan diserahkan pada pihak swasta.
Ke depan, lanjutnya, di setiap kabupaten bisa didirikan lembaga yang berwenang mengeluarkan label jaminan varietas tersebut.
Namun, lembaga tersebut juga harus mendapatkan sertifikasi dari Otoritas Kompeten Jaminan Varietas yang rencananya baru akan dibentuk pada tahun ini atau sebelum 2008.
Djoko menyatakan, nantinya sertifikasi atau pelabelan beras wangi tersebut tidak hanya untuk produksi dalam negeri namun juga beras premium yang diimpor. (kpl/rit)