< >

Yopie Rayar Terancam Sanksi Komdis

Selasa, 04 Desember 2007 19:10
Kapanlagi.com - Pemain Persela Lamongan, Yopie Rayar terancam sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, terkait kasus adu fisik dengan pemain Persita Tangerang, Firman Utina yang kemudian berbuah kartu merah, saat pertandingan Liga Indonesia 2007 di Lamongan pekan lalu.

Informasi yang diperoleh wartawan dari markas Persela Lamongan, Selasa, menyebutkan, Komdis PSSI telah melayangkan surat panggilan kepada Yopie Rayar, Senin (03/12), untuk diminta klarifikasi kejadian adu fisik tersebut.

Saat laga lawan Persita, Yopie Rayar dan Firman Utina terlibat adu fisik, dan menyebabkan keduanya dikeluarkan dari lapangan oleh wasit. Laga yang berakhir imbang 1-1 itu, memang berlangsung panas dan pemain kedua tim sering melakukan pelanggaran hingga menjurus kasar.

Asisten Manajer Persela, M. Fadeli yang dikonfirmasi terpisah mengaku, belum mengetahui secara pasti sanksi apa yang akan dijatuhkan Komdis kepada salah satu pemainnya itu.

"Dia dipanggil Komdis, karena kasus adu fisik dengan pemain Persita. Kami hanya minta dia menjelaskan secara terbuka masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan, dan mudah-mudahan tidak sampai dijatuhi sanksi tambahan," katanya.

Fadeli mengemukakan, kasus Yopie Rayar harus menjadi pelajaran bagi pemain Persela lainnya untuk tidak bersikap terlalu emosional saat di lapangan. Selain merugikan pemain, masalah seperti itu bisa berpengaruh terhadap tim.

"Kalau pemain mendapat sanksi, tim jelas dirugikan, karena kekuatan akan berkurang. Kami berharap, semua pemain bersikap lebih sabar dan tidak emosional," kata Fadeli berharap.

Sebelum Yopie Rayar, gelandang serang Persela Charles Putiray juga terkena kartu merah saat tampil menghadapi Pelita Jaya Purwakarta beberapa waktu lalu.

Akibat hukuman itu, Charles Putiray tidak bisa tampil memperkuat tim dalam dua laga, namun tidak sampai mendapat sanksi tambahan dari Komdis.

Pelatih Persela M.Basri juga sempat mengingatkan anak asuhnya, terutama pemain asing untuk tidak terlalu bersikap berlebihan saat bertanding, hingga memancing emosi pemain lainnya.

"Pemain asing harusnya menjadi contoh bagi pemain lokal, bukan malah memancing emosi rekan-rekannya di lapangan," katanya menegaskan. (*/lpk)