< >

Misi Pencerahan dari Seedorf

Selasa, 04 Desember 2007 22:32
Kapanlagi.com - Sepakbola berwajah humanisme, bagi seorang gelandang AC Milan Clarence Seedorf tidak cukup mengejar bola dan menginspirasikan serangan ke gawang lawan, tetapi melengkapinya dengan mengemban sebuah misi pencerahan yang merujuk pada nilai kemanusiaan.

Pemain timnas Belanda itu berharap agar sepakbola semakin berwajah humanistis, jauh dari sosok yang menyeramkan, yang memandang orang lain sebagai musuh yang wajib dihabisi.

Ia mulai dari pengalamannya yang terdekat, yakni tempatnya berlaga di Liga Utama Italia (Serie A). Baginya, sepakbola Italia dapat menimba kekuatan lebih dengan menjauhi kekerasan yang begitu melekat di kalangan fans.

Stadion dapat disulap jadi tempat yang ramah dan nyaman bagi siapa saja yang menyaksikan setiap laga. Stadion juga dapat disihir menjadi sarana bagi para orangtua untuk mengajarkan kepada mereka nilai-nilai berbagi kepada mereka yang kurang beruntung di dunia ini.

Ia juga menaruh keprihatinan mendalam atas sejumlah pemain yang dijadikan bulan-bulanan oleh media massa, tanpa dilandasi alasan memadai.

"Sepakbola tidak sekedar apa yang kita saksikan di lapangan," kata Seedorf kepada Reuters di tempat kediamannya. "Saya ingin mengulurkan bantuan. Saya tidak ingin seluruh beban ada di pundak ini. Ini yang saya ingin kerjakan."

Seedorf, lahir di Suriname sebelum pindah ke Belanda, Dari negeri ini, ia menimba nilai humanisme yang termaktub dalam sepakbola.

Pemain berusia 31 tahun itu juga memenangi kejuaraan Piala Eropa bersama tiga klub yakni Ajax, Real Madrid dan Milan.

Ketika Milan bertanding melawan Atalanta pada bulan lalu, para fans melakukan perusakan di stadion yang tergolong telah berusia tua. Pemandangan ini jadi salah satu peristiwa yang memilukan dalam sejarah sepakbola Italia.

Dalam pertandingan Liga Champions, ketika AC bermain imbang 1-1 melawan Benfica yang diadakan pada pekan lalu, Seedorf menyaksikan perilaku para fans yang tergolong lebih tenang.

"Di Lisbon, dengan stadion yang megah, publik sangatlah ramah. Sedala sesuatu dapat saja berbeda. Segala apa yang kita inginkan dapat kita peroleh di Italia. Kita perlu membangun sebuah stadion yang baru. Semua orang di luar Italia berbicara mengenai pentingnya membangun stadion baru," katanya.

Sepakbola kini sedang dilanda masalah boleh jadi dapat dibilang "sakit". Ini seakan menular kepada jutaan pemain di dunia. Selain itu, para pemain kini terjebak oleh perangkap para agen yang mengandalkan kekuatan uang.

Setelah melihat peristiwa itu, Seedorf tergerak untuk mendirikan sebuah perusahaan di bidang manajemen, namanya ON International, setahun lalu.

Perusahaan itu juga menyediakan layanan di bidang jasa investasi dan hiburan. Ia berharap perusahaan yang ia dirikan dapat menanggulangi masalah-masalah tersebut.

Tugas pertama yang yang diterima perusahaannya, yakni mengurus negosiasi kontrak dirinya ke Milan sampai 2011.

Perusahaan itu juga mengurus kampanye media mengenai pencitraan terhadap Belanda, utamanya bagi para pemain timnas Belanda yang memerlukan tempat tinggal.

"Tanpa para pemain, tidak ada sepakbola. Mereka bertanggungjawab atas perjalanan hidupnya. Ini yang harus diteladani oleh para pemain muda, karena dengan begitu mereka dapat belajar," kata Seedorf.

"Saya sadar dengan posisi diri sendiri dan bertanggungjawab kepada mereka yang berusia muda. Anda jadi panutan." (*/lpk)