Dengan hasil tersebut, Persebaya yang pada turnamen tahunan ini hanya menurunkan pemain lapis kedua, secara keseluruhan kalah 2-4, karena pada pertemuan pertama di Madiun pekan lalu hanya bermain imbang 2-2.
Dua gol yang mengantar Persewangi menembus perempat final, dicetak Imam Yulianto pada menit ke-10 dan Santyo Husodo menit ke-52.
Kegagalan Persebaya itu melengkapi hasil buruk yang diraih tim Divisi Utama lainnya, yakni Deltras Sidoarjo dan Persekabpas Pasuruan yang juga tidak menurunkan tim inti pada turnamen memperebutkan Piala Gubernur Jatim dan total hadiah uang Rp200 juta.
Deltras gagal lolos setelah kalah dari tim Divisi I Gresik United, sementara laju Persekabpas dihentikan tim Divisi II Persida Sidoarjo.
Pada babak selanjutnya, Persewangi kemungkinan besar akan menghadapi Persela Lamongan yang pada pertandingan pertama melawan tim Divisi III PSBK Blitar, Minggu (2/12), menang telak 6-1.
"Kunci kemenangan kami ada di gol pertama. Kepercayaan diri dan motivasi anak-anak lebih meningkat untuk terus menekan lawan," kata pelatih Persewangi, Nusyadera usai pertandingan.
Ia mengatakan, sejak awal timnya sudah yakin bisa mengatasi Persebaya, meskipun main di kandang lawan. "Kami sudah tahu kelebihan dan kelemahan lawan dari hasil laga pertama," tambahnya.
Sementara itu, pelatih Persebaya Hasan Magrobi mengakui anak asuhnya tampil kurang bagus dan lebih banyak tertekan. Gol cepat yang terjadi pada menit ke-10, membuat permainan timnya tidak berkembang.
"Permainan anak-anak belum konsisten, apalagi setelah kecolongan gol cepat. Persewangi tampil lebih baik dan mampu memanfaatkan peluang," katanya. (*/lpk)