Penyerahan Piagam MURI tersebut dilakukan oleh perwakilan dari MURI, Sri Widayati kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Freddy Numberi, diteruskan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)) Provinsi Lampung, Untung Sugiyatno, di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim Kota Bandarlampung, Rabu.
Acara itu dilakukan usai acara pembukaan puncak peringatan HPS XXVII dan Indonesia Food Expo 2007 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sri Widayati menjelaskan, piagam MURI tersebut diberikan kepada daerah Lampung karena berhasil mengukir rekor baru jumlah paling banyak peserta makan ikan, yakni sebanyak 16.827 orang, termasuk para pelajar SD, SMP, dan SLTA.
"Lampung berhasil memecahkan rekor MURI terbanyak makan ikan setelah sebelumnya diikuti 7.301 peserta di Banjar Patroman, Jawa Barat (Jabar)," katanya.
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Untung Sugiyatno mengaku sangat gembira atas prestasi itu, paling tidak bisa memberikan dorongan semangat baru bagi pihak terkait dan masyarakat Lampung untuk meningkatkan budaya makan ikan, guna meningkatkan gizi masyarakat dan peningkatan pendapatan para nelayan.
Anjungan tempat membakar, memasak dan makan ikan pada HPS itu nampak ramai bahkan sempat dikunjungi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebelumnya diberitakan, Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-27 tahun 2007 di Bandarlampung, 5-8 Desember 2007, akan diisi dengan kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam hal memakan ikan dengan peserta terbanyak.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Untung Sugiyatno, panitia menyiapkan sekitar empat ton berbagai jenis ikan yang dibakar dan dimakan bersama-sama, terutama oleh para pelajar yang dihadirkan pada puncak HPS ke-27 itu.
HPS ke-27 yang dipusatkan di Lampung itu merupakan rangkaian "Indonesian Food Expo 2007", dengan pilihan tema "Melalui Peningkatan Produksi dan Mutu Produk Pangan Hewani, Kita Tingkatkan Kecerdasan Bangsa".
Selain akan dihadiri Presiden SBY, puncak peringatan HPS di Lampung itu juga mengundang 17 duta besar negara sahabat dan sejumlah menteri, serta mengundang perwakilan berbagai daerah dan perusahaan untuk mengikuti Lampung Agro Expo (LAE) 2007. (*/boo)