Saksi mata menyebutkan, api mulai terlihat sekitar pukul 10.30 WITA dari ruang laboratorium yang berada di lantai dua, kemudian menjalar ke ruangan pengelola yang berada di lantai satu.
"Hanya berselang beberapa saat setelah kegiatan praktikum mahasiswa, api mulai terlihat di ruang laboratorium. Api menjalar begitu cepat dan menghanguskan satu unit gedung bagian depan," kata Abdul Muin (35), staf pengajar.
Berselang 15 menit, tujuh unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan berhasil menguasai api sehingga tidak menjalar ke gedung perkuliahan berlantai tiga yang hanya berjarak lima meter.
Abdul Muin, mengatakan sebanyak 40 unit komputer berada dalam gedung yang terbakar. Yang berhasil diselamatkan kurang dari 10 unit, itupun kondisinya sudah rusak.
"Kerugian itu belum termasuk fasilitas lainnya, termasuk ribuan buku untuk perpustakaan," katanya.
Aim Ngadi, Presiden Mahasiswa STMIK Bina Mulia, berharap pihak yayasan secepatnya menyediakan sarana komputer yang menjadi kebutuhan utama mahasiswa dalam proses-belajar.
"Bantuan pemerintah daerah juga sangat diharapkan," katanya. (*/boo)
Beritanya bagus tapi seharusnya beritany ditindak lanjuti skarang seperti apa kampus STMIK udah terbangun kambali