"Caring diambil dari kata care (peduli). Jadi, program ini dimaksudkan sebagai wujud kepedulian yang tinggi kepada pelanggan," kata Communication Manager Telkom Jatim, Djadi Soegiarto, di Surabaya, Kamis.
Ia mengatakan, program pengelolaan database pelanggan terintegrasi yang diberi nama "Caring" menurut rencana pekan ketiga Desember 2007 mulai diimplementasikan secara bertahap di semua Plasa Telkom, Flexi Center dan Call Center 147 sebagai unit yang langsung berhadapan dengan pelanggan. Program itu akan diawali dari Surabaya.
Sementara itu, Sumber Daya Manusia (SDM) terus menerus mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam hal pelayanan pelanggan. Hal itu merupakan komitmen profesional Telkom sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi.
Dengan program "Caring", database pelanggan yang sebelumnya terpisah-pisah akan diintegrasikan menjadi satu data terintegrasi.
History data pelanggan seperti permintaan pasang baru, permintaan layanan tertentu, penanganan gangguan, pencabutan nomor telepon, penanganan komplain dan pengendalian kualitas layanan tersedia lengkap di "Caring", sehingga memudahkan petugas dalam mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.
"Dengan "Caring", kami akan bisa melayani pelanggan dengan lebih personal, termasuk menentukan level of service yang dibutuhkan pelanggan, karena kebutuhannya sudah dapat kami petakan dengan baik," kata Djadi menjelaskan.
Di area layanan Telkom Jatim saat ini terdapat tidak kurang dari 40 Plasa Telkom dan Flexi Center untuk melayani pelanggan secara walk-in.
"Call Center" 147, menurut dia, juga merupakan prioritas pertama implementasi program ini, karena touching time pelanggan dengan 147 sangat singkat, sehingga operator butuh sistem pengelolaan data pelanggan yang cepat dan mudah diakses, handal serta terintegrasi.
Ia menuturkan, Call Center 147 yang dikelola Telkom bersama dengan anak perusahaannya, Infomedia Nusantara, menerima sekitar 12 ribu panggilan (call) per hari dengan rata-rata keberhasilan panggil sebesar 83%. Pada event-event tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, jumlah panggilan bisa meningkat 5-7 kali lipat.
"Pada tanggal 3-10 dan 18-22 tiap bulan, juga merupakan hari-hari paling sibuk bagi operator dalam melayani panggilan pelanggan. Sebagian besar pelanggan menanyakan tagihan rekening jasa telekomunikasinya," katanya. (kpl/rit)