< >

Pasukan Keamanan Kuba Tangkap 15 Pembangkang di Gereja

Kamis, 06 Desember 2007 20:17
Kapanlagi.com - Pasukan keamanan menangkap lima belas (15) pembangkang, setelah menyerbu masuk ke sebuah ruang gereja, menghentikan sebuah protes anti pemerintah, demikian ungkap seorang pendeta gereja itu dan satu kelompok pembangkang. Pendeta gereja Santa Teresita di Santiago de Cuba, Jose Conrad, mengatakan paling tidak lima orang ditahan dalam aksi Selasa, sementara satu kelompok pembangkang terkemuka mengatakan 15 diciduk polisi.

"Mereka masuk dengan menyemprotkan gas ke muka orang-orang dan berusaha memukul dan berteriak," kata Conrad kepada AFP melalui telepon.

Ia mengatakan sekitar 15-20 mobil patroli tiba di gereja itu, sementara di luar ada sekitar 600 orang berkumpul, banyak di antara mereka peserta unjukrasa yang baru saja berakhir.

Sejumlah 25 pembangkang yang mengenakan pakaian hitam masuk ke gereja itu untuk memprotes penahanan seorang penentang pemerintah, kata Elizaardo Sanches, ketua Hak Asasi Manusia Kuba dan Komisi Rekonsiliasi Nasional.

"Para aparat keamanan, yang dipimpin seorang letkol dan para perwira keamanan menodai gereja Santa Teresita setelah menendang satu pintunya dan secara kejam menyerang para pembangkang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sanchez, yang organisasinya dilarang tetapi umumnya dibiarkan oleh rezim komunis itu, kemudian mengatakan delapan pembangkang dibebaskan oleh pihak aparat keamanan tetapi "tujuh orang tetap ditahan."

Ia mengatakan penumpasan itu adalah "tindakan yang sangat serius penindasan politik yang tidak perlu dicontoh."

Komisi itu "mengharapkan pemerintah melakukan penyelidikan yang serius dan berhenti mendorong atau mengizinkan tindakan polisi yang kejam terhadap warganegara yang berusaha melaksanakan hak mereka untuk berdemonstrasi."

Ia mengatakan tindak polisi itu adalah bagian dari "satu kebijakan penindasan preventif menjelang 10 Desember, Hari Hak Asasi Manusia di mana sejumlah anggota oposisi menurut rencana akan memperingatinya.

Seorang jurubicara Konperensi Uskup Katolik Kuba mengatakan tindakan polisi di dalam sebuah gereja "tidak biasa "terjadi dan "sangat disesalkan."

Kelompok Sanchez mengatakan ada sekitar 250 tahanan politik di Kuba.

Akan tetapi rezim itu menegaskan tidak ada tahanan politik, yang ada adalah orang-orang upahan yang dibiayai AS dan orang yang berusaha mengganggu ketertiban atau melakukan tindakan-tindakan terorisme. (kpl/dar)