< >

Korban Banjir Pilih Tetap Bertahan di Tempat Pengungsian

Sabtu, 08 Desember 2007 10:05
Kapanlagi.com - Ratusan korban banjir lebih memilih tetap bertahan di tempat pengungsian yang menempati rumah toko (ruko), tenda dan mesjid di Perumahan Periuk Damai, Periuk, Kota Tangerang, karena khawatir air kembali meninggi.

"Meskipun air sudah tidak merendam rumah tetapi saya takut air naik secara mendadak," kata korban banjir, Asri Khofifah warga RT 04/08 Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Jumat.

Menurut Asri, banjir masih melanda rumah di RT 01, 02 dan 03, RW 08 di perumahan tersebut dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter dan Komplek Periuk Damai tersebut dikenal menjadi lokasi langganan banjir setiap masuk musim penghujan tersebut.

Sedangkan beberapa rumah yang berlokasi di RT lain dengan lingkungan RW yang sama sudah tidak tergenang air dan ketinggian air mulai surut, namun warga enggan menempati rumahnya meskipun sudah dibersihkan.

Banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter sudah terjadi selama empat hari di pemukiman warga, terhitung sejak hari Selasa pagi (4/12) hingga Jumat (7/12), bahkan pada hari pertama ketinggian air sempat mencapai dua meter.

Warga yang rumahnya sudah tidak dilanda banjir, mulai membersihkan halaman dan perabotan rumah tangga yang tidak sempat diamankan, beberapa warga juga bergotong royong membersihkan ruas jalan komplek perumahannya.

Ratusan warga yang menjadi korban banjir tersebut terpaksa menempati ruko kosong untuk dijadikan tempat mengungsi, selain itu, tenda, mesjid dan rumah kerabat korban banjir menjadi sasaran untuk dijadikan tempat mengungsi.

Selama menempati tempat pengungsian, korban banjir mulai terserang penyakit mual, pusing dan gatal akibat dari sampah dan bangkai binatang yang terendam air selama empat hari.

Sementara itu, Pemkot Tangerang menyalurkan bantuan ratusan nasi bungkus dan empat unit kendaraan pemadam kebakaran untuk menyedot air banjir. (*/cax)