Helikopter yang fungsi utamanya memadamkan kebakaran hutan dan lahan itu telah melakukan patroli 'illegal logging' sejak pertengahan Oktober lalu, dan berhasil memetakan sejumlah lokasi pembalakan liar di wilayah Kalteng.
"Hari ini (8/12) heli bertolak ke Balikpapan juga untuk membantu patroli illegal logging," kata Staf Deteksi Dini Pos Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng Andreas Doddy, di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Sabtu (8/12).
Patroli pemberantasan 'illegal logging' yang mengikutsertakan regu SPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat) Kalteng dilakukan selama satu setengah bulan di sejumlah wilayah, diantaranya di Taman Nasional Sebangau, Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, DAS Barito, wilayah Kapuas, Kotawaringin Barat, dan Murung Raya.
Selama patroli, heli yang disewa seharga Rp26 miliar dalam satu paket itu telah mendeteksi titik-titik pembalakan liar, diantaranya di Taman Nasional Sebangau dan wilayah Mentangai Kapuas.
Sementara itu, Komandan SPORC Brigade Kalaweit Kalteng, Irmansyah, mengakui, pihaknya akan segera menggelar operasi penertiban terhadap sejumlah areal hutan yang diduga terjadi pembalakan liar dari hasil pantauan heli.
"Memang ada sejumlah titik pembalakan liar, dan akan segera ditindaklanjuti dengan operasi penertiban oleh SPORC," kata Irmansyah yang enggan merinci lebih detail lokasi para pembalak menebangi hutan Kalteng.
Secara umum heli yang semua pilot dan kru-nya juga berasal dari Korea itu telah menghabiskan jam terbang selama 105 jam 30 menit dari kontrak untuk dua heli selama 320 jam.
Sebelum dialihkan untuk operasi 'illegal logging', heli yang mampu mengangkut dan menjatuhkan 5.000 liter bom air itu juga telah membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan pemadaman dihentikan sejak 18 Oktober seiring datangnya musim hujan.
Meski sempat kewalahan mengatasi kebakaran lahan gambut skala luas di kawasan Pengembangan Lahan Gambut sejuta hektar, operasional heli itu dinilai cukup berhasil mengurangi jumlah titik api di Kalteng.
Heli Kamov Ka-32 tercatat telah menjatuhkan sebanyak 217 kali 'bombing' di berbagai wilayah di Kalteng dan memadamkan ratusan hektar kebakaran lahan gambut setempat.
Diantara lokasi kebakaran hutan dan lahan yang berhasil dipadamkan adalah di Kapuas (Kecamatan Mentangai dan Mandomai), Kotawaringin Timur (Desa Mentaya dan Palangan), Katingan (Desa Jahanjang), Pulang Pisau (Desa Padurun, Hurung, Petuk Liti), Gunung Mas (Desa Tumbang Telaken), dan Palangka Raya (Desa Pahenjang dan Mungku Baru). (*/bun)