Ekspor Hasil Perikanan Sulsel Mencapai Rp957,6 Miliar

Kapanlagi.com - Realisasi ekspor komoditi perikanan Sulawesi Selatan hingga November 2007 mencapai 42.350 ton bernilai US$106,4 juta atau RP957,6 miliar lebih, meningkat dibanding periode yang sama 2006 Rp943,9 miliar sebanyak 41.107 ton.

Secara keseluruhan volume ekspor hasil perikanan Sulsel naik 3,02% dari periode yang sama 2006 sebanyak 41.107 ton, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel, Syahrun, di Makassar, Sabtu (8/12).

Dari puluhan jenis mata dagangan hasil laut yang di ekspor ke mancanegara yakni Jepang, Amerika, Singapura dan Eropa, komoditi udang beku, rumput laut, ikan kakap, tuna, tongkol dan cakalang masih merupakan yang terbesar.

Selama periode Januari-November 2007, ekspor udang beku menghasilkan devisa US$7,6 juta atau RP68,4 miliar dengan volume 7.800 ton, sedangkan ikan tuna, cakalang dan tongkol 1,3 juta ton lebih bernilai US$9,9 juta atau sekitar RP61,3 miliar lebih.

Menurut dia, walau pun persentase ekspor kedua mata dagangan ini mengalami kenaikan 2,58% dan enam persen dari dua periode sebelumnya namun ke depan prospeknya lebih bagus lagi karena ditunjang dengan pengelolaan berteknologi tinggi.

Sementara produksi udang mencapai 16.659,3 ton, meningkat sepuluh persen dari 2006 sebanyak 15.144,8 ton. Sedang produksi rumput laut kering 28.549,5 ton atau naik 6,75% dari 2006 yang tercatat 26.743,3 ton.

Mengenai kelanjutan pembangunan empat lokasi Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Lonrae (Bone), Bonepute (Luwu), Polewija (Barru) dan PPN Untia kota Makassar yang memanfaatkan dana APBN 2007 sebesar RP9,7 miliar lebih, Syahrun mengatakan diharapkan rampung pada 2008 yang pembangunannya dimulai tiga tahun anggaran sejak 2004 lalu.

PPI dan PP-Nelayan (PPN) Untia, akan menjadi pusat bisnis ikan antar kabupaten/kota dengan provinsi terdekat antara lain, Poso dan Donggala (Sulteng), Kolaka (Sultra), kata Syahrun. (*/bun)

©2003-2007 KapanLagi.com