< >

Dupont Sediakan 100 Ton Benih Padi Hibrida Untuk Sumut

Minggu, 09 Desember 2007 19:22
Kapanlagi.com - PT Dupont Indonesia tahun 2008 menyediakan 75 - 100 ton benih padi hibrida varietas Pioneer PP1 untuk Sumatera Utara (Sumut) guna memenuhi permintaan petani yang melonjak sejak tahun ini.

Manajer Penjualan Wilayah Sumatera Bagian Barat PT.Dupont Indonesia, Adhie Widharto, di Medan, Minggu (9/12), mengatakan, alokasi sebanyak 75 - 100 ton itu diakui masih kecil karena hanya untuk kebutuhan 5.000 hektar.

"Kami memang belum bisa memenuhi seluru permintaan petani di Sumut, karena di tengah produksi yang terbatas, varietas itu diserap banyak di daerah Jawa," katanya.

Dia mengakui, tahun ini, Dupont belum bisa menjual benih PP1 karena benih yang mulai diluncurkan Desember 2005 itu sudah habis diborong petani di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurut dia, varietas padi hibrida tersebut diminati petani Sumut karena tidak memerlukan air banyak sehingga bisa ditanam di areal non irigasi.

Hasil dari tanaman percontohan yang dilakukan Dupont bekerjasama dengan kelompok petani antara lain di Bahal Gajah, Kecamatan Sidamanik, Simalungun,dimana hasil panennya cukup bagus sekitar 9,2 ton per hektar

Panen yang bagus juga terlihat di ujicoba di daerah Langkat yang menghasilkan produksi sekitar 8, 7 ton per hektar dan di Kabupaten Dairi 8,9 ton.

Selain itu, malai yang lebih panjang, anakan banyak dan produktif, potensi hasil hingga 10,4 ton per hektar serta menghasilkan nasi dengan warna putih dan harum.

Adhie mengatakan, harga benih yang lebih mahal tidak akan merugikan petani karena penggunaan benih lebih sedikit yakni hanya 10-15 kg per hektar, selain itu produksinya banyak.

Kepala Dinas Pertanian Sumut, Bintara Thahir, menyebutkan, Sumut memiliki lahan tadah hujan yang cukup luas berkisar 157 ribu hektar sehingga benih hibrida pasti dibutuhkan dan diminati petani.

Dikatakannya, pemprov Sumut berkepentingan agar petani bertahan dan mengembangkan tanaman padi untuk mempertahankan surplus beras yang membuat daerah itu sebagai salah satu lumbung beras nasional. (*/bun)