< >

MFI Pastikan Tak Hadiri FFI Riau

Senin, 10 Desember 2007 16:48
Kapanlagi.com - Sebanyak 21 nominator yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia, memastikan tidak akan datang mengikuti acara puncak penyelenggaraan FFI 2007 di Riau, 14 Desember mendatang. Dari 21 nominator tersebut tercatat nama Hanung Bramantyo, Rako Prijanto, Rudi Sudjarwo, Monty Tiwa, Lukman Sardi, Winky Wiryawan, Shanty dan beberapa nama lain.

Dalam pernyataan yang dibacakan Mira Lesmana di Mahkamah Konstitusi, Senin (10/12) siang ini, MFI bersikap menolak nominasi yang diberikan. "Karena tuntutan kami akan sebuah skema industri perfilman Indonesia yang kondusif yang sedang kami perjuangkan akan sebuah festival yang jernih, transparan, independent yang bervisikan majunya industri film nasional merupakan bagian perjuangan kami," ujar Mira dalam pembacaan sikap MFI.

"Oleh karena itu," sambung Mira lebih lanjut, "Kami belum bisa mendukung FFI 2007 tanpa mengurangi rasa hormat pada penyelenggara, kota penyelenggara, dan nominator lainnya."

Dan seandainya pun dari anggota MFI yang dinominatorkan mendapatkan Piala Citra, tetap akan ditolak. "Dari awal kami menolak nominasi tentunya sudah sedari awal kita tidak akan hadir di sana, dan tidak ada intensi untuk menerima," tegas Riri Riza.

Selain membacakan pernyataan sikap MFI terhadap FFI, kehadirannya di Mahkamah Konstitusi untuk menjalani sidang kedua pengajuan revisi UU Perfilman. Dan bertepatan momentum Hari Hak Asasi Internasional yang tepat jatuh pada Senin (10/12) ini MFI menjalani sidang pendahuluan kedua dalam rangka menggugat UU no 8 tahun 92. Khususnya terkait pasal mengenai sensor yang dinilai bertentangan dengan semangat perlindungan dan penghargaan HAM seperti termaktub dalam amandemen pasal 8 UUD 45. (kpl/wwn)

Lihat Profil: Mira Lesmana, Hanung Bramantyo, Rudi Sudjarwo, Monty Tiwa, Lukman Sardi, Winky Wiryawan


KOMENTAR PEMBACA

tukimin (18-12-2007 10:19:04)
saya rasa ambil jalan tengah bagaimana menyelesaikan persoalan antara MFI dan FFI dan perlu digarisbawahi bahwa sosok seorang Dedy Mizwar bukan tandingan bagi aamfi..kita boleh melihat kebelakang puluhan tahun yg lalu mulai dari aaaaaaaaaaaaaaaadedy masih remaja disaat dia terjun ke filem..sampai skrg belum ada cacat dimata masyarakat indonesia tetang acting, maupun film2 yg dia garap..apakah itu dia sbgi pemain, pembuat scenario, ataupun sebagai produser..all perfect...ya kan..Nah anda2 yag muda2 di MFI harus mencontoh beliau dan jangan mendiskreditkan sosok yang demikian...itu saja...thank's
oden (12-12-2007 23:47:26)
jujur yah maunya MFI itu apa sih. kok mereka kayakx yang paling mengerti aja n angkuh, jumawa, sombong banget gak ngehormati pihak yang laian. justru gw pikir MFI itu biang kleadi perpecahan sineas2 FILM. makanya gw ogah nonon FILM2 hasil sutradara ato artis yang menamakan MFI. males nonon karya orang angkuh. mending nonton FILM hollywood n Bollywood yang kualitasnya jauh lbh bagus n g ngecewain. buat MFI jg angkuh2. kalian munafik tahu g sih. hormati dunkz artis2 senior kayak dedy mizwar. kalian iotu g da apa2x dg dia.
abe (12-12-2007 10:51:22)
Taon lalu saya maklum dengan sikap MFI tentang penyelenggaraan FFI, tapi kenapa dendam kesumatnya dibawa2 sampe sekarang ya..?? kapan mau maju kalo maunya gontok2an kaya' gitu... Wahai para sineas.. berkaryalah yang bagus dan biarin orang lain yang mengapresiasi karya anda !! gitu aja koq repot.. kalo karya anda dihargai, ya mestinya disyukurin donk!!
wisnu (12-12-2007 09:51:45)
weleh2, ada apa ini?ada apa ini? kok pada ribut2.
ya ampun, oh my god....
dah mo taon baru masih aja ribut2 basi yau....
ya udah aku ksh solusinya aja ya, gmn kl FFI ma MFI bikin ajang festifal sendiri2. Adil kan? :)jadi kan ga perlu ribut lg. Lagian kl da 2 festifal masing2 kan pny kesempatan utk menang, iya kan????
Betul ga? Aku emang puinteeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrr.

pecinta film (11-12-2007 21:37:50)
gw sebagai pecinta film indonesia jd semakin muak dengan film Indonesia khususnya keluaaran dr "anak-anak MFI'yang katanya ngerti banget ama film tp hobinya cuma protes tanpa ada aksi alias NOL BESAR. sensor sangat perlu krn masyarakat jg berhak mendapat tontonan yg bersih. Kalian emang anak-anak pongah yang gak pernah berkaca pada diri sendiri. Coba perhatikan film "anak MFI" jg banyak contekan dari luar Jd jgn cuma merasa benar sendiri. Ujung-ujungnya malah kalian sendiri yang menghancuirkan Film Indonesia. belajar dong dari Bang Dedi Mizwar gimana cara membuat film yang bukan contekan dan bermutu sinetron. Semoga kalian cepat sadar dari kepongahan kalian.

Galeri Foto Mira Lesmana
MFI dan Panitia Ad Hoc FFI


Arsip Foto Mira Lesmana
012.jpg
011.jpg
010.jpg
009.jpg