"Khusus pada Natal tahun ini nada tunggu ponsel (ring back tone) lagu-lagu Natal yang saya ciptakan mendapat royalti yang adil, sesuai UU Hak Cipta dan standar internasional," katanya di Jakarta, Senin.
James mengungkapkan upaya memperjuangkan royalti bagi lagu-lagu yang dipakai sebagai nada tunggu merupakan bagian penting dari perjuangannya bersama para seniman musik sejak beberapa tahun terakhir. James menyebutnya sebagai hadiah Natal terbaik baginya dan komunitas musik.
"Hal ini sangat berkesan karena sesungguhnya saya bisa berkarya dalam menyambut Natal," kata pria kelahiran Semarang, 1 Desember 1955 ini.
Selain sibuk menyiapkan lagu-lagu Natal itu, seperti tahun-tahun sebelumnya James juga disibukkan dengan kegiatan menyiapkan kado-kado unik untuk keluarga, kerabat, dan teman-temannya.
Pada malam Natal, James mengikuti misa Natal dan berdoa bersama keluarga. Makan malam bersama dan saling tukar kado dipilih menjadi acara puncak perayaan Natal bersama di rumahnya.
"Biasanya juga ada pekerjaan di malam Natal, tapi sekalian mengajak keluarga, karena acara yang saya terima sifatnya acara Natal," demikian ujar pengurus Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) ini. (*/erl)






