
"Sengaja memang dipercepat ibadahnya. Kebetulan ibadahnya di Tanah Suci sudah selesai, jadi pas aku minta pulang cepat, ada bangku yang kosong, ya Alhamdulillah," kata Yuni saat ditemui di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (25/12).
Toleransi yang dilakukan Yuni diakui sudah dilakukannya sejak dirinya menikah dengan Henry, 13 tahun yang lalu. Henry pun mengaku bangga dan senang atas sikap istrinya tersebut. Menurut Henry, tidak ada tanda kelelahan sedikit pun pada Yuni, meski penembang Maafkan itu belum cukup istirahat.
"Ini berkah Natal tahun ini. Istri saya kembali dengan sehat dari melaksanakan tugas sebagai muslim. Saya selalu berdoa agar dia selamat dan pulang menemani saya hari ini," kata Henry.
Toleransi tinggi antara Yuni dan Henry, yang berbeda keyakinan, itu merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga mereka selama ini. "Saya sangat senang bisa menemani suami hari ini (Natal, Red). Sebab selama ini, kami biasa merayakan bersama," ujar Yuni. (kpl/fia)
Lihat Profil: Yuni Shara, Krisdayanti
Saya setuju...sama mas arifin...Agama hanyalah mengingatkan kita agar berbuat baik. Lagipula siapa sih kita sehingga kita menghakimi orang lain. Apakah hidup kita sudah benar???kesempurnaan itu hanya milik Allah
Saya setuju dengan apa yang dilakukan oleh Yuni Shara karena agama dibuat hanya untuk mengingatkan manusia untuk berbuat baik, lebih baik demikian daripada mengutamakan agama tapi kawin cerai melulu, bikin malu !!!!!
bingung saya... menghormati suami?...
yang perlu dihormati itu agama anda bukan suami anda... anda akan dikatakan SELALU BERZINA sampai suami anda masuk islam.!! ingat itu