"Ia tidak terlibat dalam serangan itu," kata jurubicara Maulana Omar lewat telepon, dan menandaskan, "Ini merupakan suatu persekongkolan pemerintah, angkatan darat, dan agen-agen rahasia."
Jurubicara itu mengatakan, ia menelepon dari kawasan Waziristan, suatu kawasan suku yang terlibat peperangan antara pasukan pemerintah dan gerilyawan.
"Pembunuhan itu menyalahi tradisi suku dan adat istiadat untuk menyerang seorang wanita," kata Omar.
Ia mengatakan, transkrip yang disiarkan pemerintah, menuduh pembicaraan telepon antara Mehsud dan seorang anggota garis keras tuk mendiskusikan kematian Benazir setelah kejadian itu, merupakan suatu "drama" dan mengekspresikan kesedihan atas pembunuhannya pada Kamis.
Menurut dia, sesungguhnya sangat mustahil para militan menyusup dalam pengamanan ekstra ketat dalam iring-iringan kampanye, tempat kematian Benazir.
"Benazir tidak semata-mata seorang pemimpin Pakistan, tapi juga seorang pemimpin terkenal di mata internasional. Kami menyampaikan belasungkawa mendalam dan terkejut atas kematiannya," ujar Omar. (*/boo)