Hal itu dikatakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc di Bogor, Sabtu (29/12) petang.
"Harapan tersebut bisa semakin terwujud jika ada keberpihakan dari perbankan maupun lembaga keuangan nonbank untuk meningkatkan investasi di sektor pertanian. Sehingga, upaya pemerintah untuk merevitalisasi pertanian bisa segera terwujud," jelas Herry Suhardiyanto.
Guna mempercepat realisasi prospek sektor pertanian dan agroindustri pada 2008, Herry mengajukan beberapa usulan pada pemerintah. Pertama, agar pemerintah meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas (K3) produksi dan distribusi faktor-faktor produksi pertanian, seperti pupuk dan benih.
Kedua, agar pemerintah mendorong peningkatan pembiayaan dari perbankan terhadap sektor pertanian dan agroindustri secara signifikan.
Ketiga, Mendorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan infrastruktur dan pedesaan.
"Pada era otonomi daerah saat ini, sebagian kewenangan pemerintah pusat telah diserahkan ke daerah, termasuk pertanian," katanya.
Usulan lainnya, agar memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada.
"Lahan sawah yang dikelola masyarakat saat ini hanya sekitar delapan juta hektar. Sedangkan, sekitar delapan juta hektar lainnya terlantar. Lahan terlantar ini harus segera dimanfaatkan," tegasnya.
Ia juga mengusulkan, untuk mengembangkan industri hilir komoditas pertanian. Sasarannya, untuk meningkatkan nilai ekspor, membuka lapangan kerja, sekaligus mengurangi pengangguran.
"Kalau hasil pertanian diekspor dalam bentuk mentah yang menikmati keuntungan adalah negara tujuan ekspor. Sudah saatnya pemerintah mengembangkan industri hilir untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk ekspor siap konsumsi," katanya.
Untuk meningkatkan nilai dan pasar ekspor, kata dia, hendaknya pemerintah juga menjalin kerja sama dan meningkatkan penetrasi pasar ke negara-negara yang berkembang pesat, misalnya Cina dan negara-negara Timur Tengah.
Guna mewujudkan usulan-usulan tersebut, kata Herry, IPB siap berkontribusi membantu pemerintah sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki, sebagai institusi perguruan tinggi.
Dijelaskannya, IPB siap bekerja sama dengan Departemen Pertanian atau lembaga terkait untuk mengembangkan bibit dan benih, serta kualitas dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pertanian dan pedesaan.
"Kami juga siap membantu mengembangkan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran, terutama di pedesaan," katanya.
Ditambahkannya, IPB juga siap menggalang kerja sama dengan lembaga swasta untuk pengembangan usaha pertanian dan agroindustri secara signifikan, dengan melibatkan para petani, terutama petani miskin dam buruh tani. (*/bun)