"Baik stok maupun harga belum terlihat gejolaknya, namun demikian Departemen Perdagangan tetap melakukan pemantauan terhadap dampak bakal timbul akibat bencana alam," kata Mari Elka Pangestu seusai berbicara pada Diskusi Akhir Tahun Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado-Sulut, Sabtu (29/12), di Manado.
"Sudah ada mekanisme dilakukan pemerintah dengan memperkuat stok terutama di daerah-daerah rawan, dengan demikian diharapkan masyarakat yang terkena bencana alam tetap mendapat suplai kebutuhan pokok."
"Guna menjaga distribusi lancar maka ada sistem dibawa koordinasi Bakornas maupun instansi tertentu dengan pemerintah daerah guna pengadaan bahan pokok secara segera bila ada gangguan distribusi."
"Pemerintah juga sudah menyiapkan alternatif bila langkah yang dilakukan belum cukup untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan bencana alam."
"Pasti dalam jangka waktu tertentu memang pasti akan terlihat gejolaknya, tetapi hal ini tergantung antisipasi yang dilakukan, kalau cepat maka semuanya akan dapat teratasi," tambah Pangestu.
Sedangkan menyangkut kekuatiran bakal terjadi krisis beras, Pangestu menegaskan, tidak perlu menimbulkan kekuatiran sebab hingga saat ini stok beras dalam negeri masih cukup banyak, masalahnya bagaimana distribusi daerah surplus ke daerah kekurangan. (*/bun)