Devisa Ekspor Batu Bara Melalui Lampung Turun Tipis

Kapanlagi.com - Perolehan devisa ekspor komoditas tambang batu bara melalui pelabuhan batu bara Tarahan, Bandarlampung, Januari - Oktober 2007 mengalami penurunan tipis, yakni 2,22% dibanding periode yang sama, tahun 2006.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provisi Lampung, Ir Suparmo, mengatakan, Minggu (30/12), selama 10 bulan (Januari - Oktober 2007), Lampung telah mengekspor 3.383.530 ton batu bara dengan meraih devisa US$164,78 juta.

Angka itu bila dibanding dengan realisasi ekspor pada periode yang sama 2006 dengan volume 2.092.439 ton senilai US$168,52 juta, terjadi peningkatan volume cukup besar yaitu 61,70%, sebaliknya nilai devisanya turun tipis 2,22%.

Peningkatan volume tersebut disebabkan semakin banyaknya permintaan komoditas tersebut oleh sejumlah negara, sementara penurunan nilai devisa disebabkan antara lain faktor harga komoditas hasil tambang tersebut di pasar dunia.

Namun, Suparmo menambahkan, meski meraih devisa US$164,78 juta namun batu bara tercatat mampu memberikan sumbangan sebesar 9,03% terhadap total perolehan devisa ekspor non-minyak dan gas (non-migas) Provinsi Lampung selama Januari-Oktobr 2007 sebesar US$1,825 miliar.

Sementara itu, data pada Dinas Perindag Provinsi Lampung menunjukkan, selama 2006, komoditas batu bara terjual 2.763.842 ton meraih devisa US$199,49 juta dengan andil 8,99% dari total devisa US$2,2 miliar.

Selama 2007, komoditas batu bara antara lain laku terjual ke Jepang, Italia, India, dan Pakistan. Batu bara yang diekspor Lampung tersebut merupakan produksi PT Tambang Batu bara Bukit Asam (PTBA) di Tanjung Enim Sumatera Selatan (Sumsel) dan sebelum diekspor diangkut dari Sumsel ke Bandarlampung menggunakan jasa angkutan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang).

Namun batu bara yang diekspor itu merupakan sebagian dari produksi perusahan tersebut, karena sebagian besar untuk memasok bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Merak, Provinsi Banten dan PLTU Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, guna memenuhi tenaga listrik di Lampung dan Jawa - Bali. (*/bun)

©2003-2007 KapanLagi.com