Communication Manager Telkom Jatim, Djadi Soegiarto, Minggu, menjelaskan, tarif TelkomNet Instan yang semula Rp9.900 per jam, turun hingga Rp1.000 per jam.
"Penurunan tarif ini akan diberlakukan sampai 31 Maret 2008 sambil melihat respon pasar. Jika responnya bagus, bukan tidak mungkin kami akan perpanjang terus," katanya.
Menurut dia, penurunan tarif itu merupakan salah satu konsekuensi Telkom untuk menyediakan akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat.
"Kalau harganya sudah terjangkau, masyarakat akan lebih banyak yang butuh internet, sehingga kesenjangan digital itu makin tipis," katanya menambahkan.
Ia mengakui, selain merupakan tindak lanjut dicanangkannya Jatim e-Province di Jatim, kecenderungan pasar yang masih price oriented menjadi salah satu pemicu diturunkannya tarif TelkomNet Instan.
Karena tiap pelanggan TelkomNet Instan mempunyai tingkat kebutuhan akses yang berbeda-beda, maka tarif baru itu Telkom Jatim memberikan dua pilihan paket yang fleksibel yakni limited dan unlimited.
Jika tarif lama dikenakan ke semua pelanggan, untuk tarif baru pelanggan diharuskan mendaftarkan dulu ke Plasa-Plasa Telkom mulai 1 Januari-31 Maret 2008.
Untuk layanan Paket Limited, biaya langganan Rp50.000 per bulan, kuota 25 jam, biaya kelebihan kuota Rp50 per menit dan tagihan maksimum Rp400.000 per bulan (termasuk biaya langganan).
Sedangkan untuk layanan Paket Unlimited biaya langganan Rp300.000, kuota tanpa batas penggunaan.
"Bagi pelanggan yang tidak memilih Paket Limited dan Un-Limited, tetap dikenakan tarif Rp165 per menit," kata Djadi.
Jumlah pelanggan TelkomNet Instan aktif di Jatim saat ini berkisar 100 -150 ribu dan pelanggan pasif sekitar 50 ribu.
Rata-rata durasi akses enam jam per bulan. Artinya, rata-rata per bulan, pelanggan TelkomNet Instan mengeluarkan biaya Rp59.400 untuk akses internet.
Sedangkan pelanggan high usage TelkomNet Instan rata-rata menggunakan 300 jam per bulan.
"Untuk pelanggan ini, jika mereka memilih paket Un-limited, maka mereka hanya membayar kira-kira Rp1.000 per jam," kata Djadi. Artinya, katanya, pelanggan tersebut akan menghemat tarif sampai 90%. Pelanggan high usage ini jumlahnya berkisar 10% dari jumlah pelanggan keseluruhan.
Ia menilai, pangsa pasar internet di Jatim masih sangat besar. Jumlah pelanggan internet Telkom Jatim, (TelkomNet Instan dan Speedy) masih berkisar 8-10% dari jumlah pelanggan telepon.
Sementara okupansi bandwidth TelkomNet Instan di Jatim saat ini masih 20% dari total kapasitas yang tersedia. (kpl/rit)