< >

Perkayuan Kaltim Menurun, Perekonomian Sabah Lesu

Senin, 31 Desember 2007 11:24
Kapanlagi.com - Lesunya usaha perhutanan dan perkayuan di tanah air, khususnya Kalimantan Timur ternyata berdampak bagi perekonomian di Tawau, Sabah (Malaysia).

Hal itu diakui oleh para pedagang, supir taksi dan pengelola hotel di Tawau, Minggu.

Sebagian warga Tawau terutama yang bergerak dalam usaha bisnis dan supir taksi mengaku bahwa lesunya usaha di bidang perhutanan dan perkayuan berdampak bagi perekonomian di daerah itu.

"Dulu toko kita ramai didatangi oleh pembeli, khususnya warga Indonesia yang berbelanja," kata salah seorang pemilik toko di Maradano, salah satu kawasan pusat bisnis Kota Tawau.

Ketika usaha perhutanan dan perkayuan masih berjaya sekitar satu tahun lalu, katanya, omzet per hari mencapai belasan ribu Ringgit Malaysia (RM) namun kini hanya ribuan dan ratusan RM.

"Dulu pak, makin malam, makin ramai. Tempat hiburan malam dimana-mana penuh, sekarang jam 21:00 sudah sepi," kata Nain, supir taksi warga Tawau namun orangtuanya berasal dari Magetan, Jawa Timur.

Supir itu mengakui bahwa sebelumnya bisa mengantongi sekitar 4.000 RM sampai 5.000 RM per bulan namun kini hanya sekitar 3.000 RM (sekitar Rp8.400.000).

Hal yang sama diakui oleh pengola hotel di Tawau tentang menurunnya tamu-tamu dari Indonesia yang datang ke kota itu.

Bisnis perhutanan dan perkayuan di Kaltim lesu bersamaan dengan kecilnya kouta tebangan per tahun.

Selain itu, pengawasan terhadap kegiatan pembalakan liar dan penyelundupan kian ketat menyebabkan sektor ini tidak menggeliat lagi.

Sebelumnya kouta tebangan di Kaltim per tahun mencapai lima juta meter kubik per tahun, kemudian akibat kondisi hutan kian kritis dan sorotan dunia internasional, sehingga kouta turun 3,8 juta M3 hingga kini kurang dari satu juta meter kubik per tahun. (kpl/rit)