< >

Ribuan Turis Rusia Kunjungi Bali Bird Park

Rabu, 02 Januari 2008 15:19
Kapanlagi.com - Ribuan wisatawan asal Rusia, terutama yang memanfaatkan penerbangan carter, dipastikan akan terus mendominasi kunjungan turis asing ke taman burung Bali Bird Park di Singapadu, Kabupaten Gianyar.

Selama Desember 2007 saja, dari jumlah pengunjung Bali Bird Park sebanyak 9.700 orang, yang asal Rusia mencapai 1.800 orang, kata Manajer Penjualan dan Pemasaran Taman Burung Bali, Bayu Yustisia, ketika dihubungi ANTARA dari Denpasar, Rabu.

"Sejak minggu terakhir Desember lalu hingga pertengahan Januari ini ada `carter flight` dari Rusia ke Bali. Mereka memanfaatkan liburan akhir tahun dan Natal yang di Rusia biasa berlangsung sampai Januari," katanya.

Dari 9.700 pengunjung taman burung yang memiliki koleksi lebih dari 1.000 satwa jenis unggas dari sekitar 250 spesies itu, wisatawan domestik tercatat sekitar 4.500 orang dan 5.200 wisatawan asing.

Menurut Bayu, wisatawan Rusia sejak lama dikenal menyenangi kunjungan ke taman burung, termasuk Bali Bird Park, sedangkan turis lainnya di antaranya berasal dari negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Belanda, selain dari Australia dan Jepang.

Jumlah pengunjung Bali Bird Park selama Desember 2007 itu meningkat 33 persen dibandingkan periode sama 2006 yang tercatat 7.300 orang, di antaranya dari Rusia 1.250 orang dan wisatawan domestik 3.500 orang.

Sedangkan peningkatan pengunjung selama tahun 2007 diperkirakan mencapai 40 persen dibandingkan tahun 2006. Hal ini seiring dengan pulihnya pariwisata Bali setelah diguncang peristiwa pengeboman tahun 2002 dan 2005.

"Peningkatan signifikan jumlah pengunjung ini menjadi dasar kami untuk meningkatkan target tamu tahun 2008, baik untuk turis asing maupun domestik, termasuk yang dari Bali sendiri," katanya.

Untuk masuk ke taman burung tersebut bagi turis asing dikenakan tarif 13,25 dolar AS atau setara Rp127 ribu, wisatawan domestik Rp63 ribu dan khusus dari Bali hanya Rp35 ribu.

"Perkembangan yang membuat kami lebih bahagia, ternyata warga Bali yang dulu lebih banyak liburan ke daerah lain dan luar negeri, belakangan juga banyak yang berkunjung ke taman burung," tambah Bayu. (kpl/rit)