< >

JORR W2 Masih Menunggu Usulan 'Land Capping'

Kamis, 03 Januari 2008 19:43
Kapanlagi.com - PTB Jasa Marga Tbk sejauh ini masih menunggu kebijakan land capping atau mematok harga tanah dalam besaran tertentu pada ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) ruas W2 Utara (Ulujami-Kb Jeruk).

"Kami mengusulkan capping sebesar Rp550 miliar dari harga tanah yang ditetapkan saat tender Rp440 miliar," kata Direktur Utama PTB Jasa Marga Tbk, Frans S Sunito di Jakarta, Kamis (3/1).

Dengan demikian land capping yang diajukan PT Jasa Marga Tbk sebesar 125 persen dari harga yang ditetapkan dalam rencana bisnis (Business Plan) yang ditetapkan pada awal tender ruas ini.

Persoalan capping (mematok) harga tanah dalam besaran tertentu sangat penting bagi perseroan, kata Frans, karena erat kaitannya besaran investasi yang harus dialokasikan bersama mitra kerja.

Menurut dia, sebagai perusahaan publik untuk masuk dalam bidang investasi tertentu harus dapat mempertanggungjawabkan besaran dana yang akan dikeluarkan kepada pemegang saham.

Alokasi anggaran termasuk investasi tanah harus disampaikan kepada publik, sehingga merupakan hal wajar apabila sampai saat ini sangat mengharapkan kebijakan capping tanah dapat segera keluar, kata Frans.

Besaran investasi ini sangat penting karena dalam pembangunan JORR W2 Utara PTB Jasa Marga Tbk menggandeng BUMD Jakarta Propertindo sampai saat ini belum ditetapkan prosentase bagi hasilnya.

Dengan pola bagi hasil masing-masing pihak akan menyetorkan dana sebagai modal sekitar 30 persen dari investasi, sejauh ini PTB Jasa Marga masih melakukan negosiasi bagi hasilnya.

Sebelumnya Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hisnu Pawenang mengharapkan, pembangunan JORR W2 dapat selesai berbarengan dengan pembangunan JORR W1 (Kb Jeruk - Penjaringan) yang konstruksinya sudah dimulai.

"Saya rasa konstruksi bisa cepat karena jaraknya JORR W2 lebih pendek tujuh kilometer, sementara JORR W1 lebih panjang 10 kilometer dan relatif sulit karena harus di atas (Jalan layang/ elevated road)," kata Hisnu. (kpl/dar)