"Saya menunggu Maret, saya menunggu ibu saya melakukan istikhoroh (salat minta petunjuk Allah SWT), karena beliau-lah orang yang paling saya percaya untuk menentukan apa yang terbaik buat saya," katanya di Surabaya, Jumat.
Ketika dikonfirmasi tentang maraknya dukungan dari berbagai kalangan untuk maju dalam Pilgub Jatim 2008, dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengaku, dirinya sudah mengetahui bahwa berbagai kalangan di luar memang bilang macam-macam tentang dirinya.
"Pak Narjo (Wagub Jatim/Ketua DPD Golkar Jatim, Sunarjo), pak Karwo (Sekdaprov Jatim, Soekarwo), dan pak Tjipto (Ketua DPP PDIP Ir Soetjipto) memang sudah sering bersama-sama saya dalam berbagai kesempatan dan mereka serius dengan saya. Tapi saya belum memutuskan," katanya.
Menurut Doktor alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, banyak kalangan yang menunggu kepastian dari sikap dirinya. Padahal dirinya belum bersikap apa-apa, bahkan deal yang diisukan juga belum ada.
"Selama ini, saya nggak kemana-mana. Saya di sini saja, saya masih mengurus NU, bahkan saya mempersiapkan pelantikan PWNU Jatim 2007-2012 pada 6 Januari. Tanggal 6 itu yang sudah pasti," katanya, sembari tersenyum.
Ditanya sikapnya antara jabatan di PWNU Jatim dan jabatan dalam politik praktis, pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemur wonosari, Surabaya itu menilai, jika dirinya diminta untuk memilih, maka dirinya lebih memilih NU.
"Ketimbang Pilgub, saya memilih di PWNU atau PBNU. Kalau Pilgub, saya harus ekstra hati-hati, karena Pilgub itu bukan jabatan seperti di NU. Jadi, tunggu Maret saja, saya tidak ada urusan dengan waktu, karena saya menunggu ibu," katanya menegaskan.
Secara terpisah, ketua panitia pelantikan PWNU Jatim 2007-2012, H Sholeh Hayat SH mengatakan, ada tiga pejabat yakni Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, Wakil Bupati Pasuruan Muzammil Syafii, dan Wakil Walikota Surabaya Arif Affandi yang akan ikut dilantik menjadi Pengurus Wilayah NU Jatim periode 2007-2012.
"Ya, tiga pejabat itu bersama delapan profesor masuk kepengurusan NU Jatim 2007-2012. Tapi mereka menjadi `a`wan` (anggota Syuriah NU), sehingga perannya tidak sampai taraf kebijakan," kata Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim periode 2007-2012 itu.
Ia mengemukakan, pengurus akan dilantik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KHA Hasyim Muzadi di gedung PWNU Jatim Jl Masjid Al-Akbar Timur, Pagesangan, Surabaya yang diawali dengan istighotsah yang dilakukan sekitar 1.000 orang.
"PWNU Jatim 2007-2012 yang merupakan hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jatim di Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo pada 2-4 November itu, di bawah kepemimpinan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar dan Ketua PWNU Jatim, Dr KH Ali Maschan Moesa MSi serta sembilan ulama sepuh/senior yang menjadi "mustasyar" (penasehat)," katanya. (*/cax)