< >

Ekspor Kopi Lampung 2007 Capai Lebihdari US$276,485

Jum'at, 04 Januari 2008 19:53
Kapanlagi.com - Volume ekspor kopi Lampung, pada periode (Januari-November) tahun 2007, mencapai 168.127.186 kilogram, dengan nilai devisa mencapai US$276,485 juta.

Sekretaris Eksekutif BPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Sunarto, di Bandarlampung, Jumat, berdasarkan surat keterangan asal (SKA) Departemen Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Lampung, nilai ekspor kopi Lampung itu meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni mencapai US$264,879 juta.

Ia menyebutkan meski volume ekspor kopi Lampung, pada periode itu mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2006 lalu, namun nilai devisanya naik.

Menurutnya berdasarkan data dari Koperindag Lampung, pada tahun 2006 lalu ekspor kopi Lampung, mencapai 230.635.486 kilogram dengan nilai US$264,879 juta.

Ia menambahkan pada tahun 2007 ini, diprediksi volume ekspor kopi Lampung akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan ekspor kopi itu disebabkan keterlambatan musim panen dan jatuhnya produksi kopi pada musim panen tahun 2006 lalu," kata dia.

Dia menyebutkan turunnya ekspor kopi itu sebelumnya telah diprediksi akibat rendahnya produksi kopi pada musim panen tahun 2006 lalu.

Ia menambahkan petani kopi kini tidak menahan stok karena saat ini harga kopi cukup tinggi.

Sunarto menyebutkan harga kopi Robusta di Bursa London, Inggris mencapai US$1,948 per kilogram atau sekitar Rp16.500-Rp17.000 per kilogram.

Sementara menurut dia, harga kopi asalan di Lampung mencapai Rp13 ribu per kilogram.

Areal kopi robusta di Lampung seluas 135.477 ha, dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 126.429 kepala keluarga.

Luas areal kopi di segitiga emas kopi Indonesia (Lampung, Sumsel, dan Bengkulu) seluas 463.000 ha dengan produksi 225 ton. Dengan demikian produktivitas rata-rata kopi di wilayah ini masih rendah, yaitu sekitar 0.7 ton per hektare. (*/rsd)