"Saya terpaksa menghentikan pekerjaan proyek, karena semen di daerah ini langka. Saya sudah mencari ke semua distributor semen di Tikep, tapi semuanya kosong," kata seorang kontraktor di Tikep, Usman di Ternate, Senin.
Ada sejumlah toko bangunan di Tikep yang masih menjual semen, tapi jumlahnya sedikit dan harganya melonjak menjadi Rp58.000 per zak dari harga normalnya Rp50.000 per zak.
Usman mengatakan, kelangkaan semen tersebut telah menghambat kelancaran pekerjaan proyek di Tikep. Karena itu ia minta agar distributor semen, termasuk pihak terkait lainnya di Tikep segera mengatasinya.
Sebagian kontraktor di daerah itu mencoba mengatasi kelangkaan semen itu dengan pergi membeli di Kota Ternate dengan konsekuensi harus mengeluarkan dana lebih besar, karena biaya angkutnya dari Ternate ke Tikep cukup mahal.
Keterangan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tikep menyebutkan, langkanya semen tersebut diakibatkan terlambatnya pengapalan semen dari Tonasa, Sulsel ke Tikep menyusul buruknya cuaca.
Sementara itu dari sejumlah toko bangunan di Tikep diperoleh keterangan bahwa semen diperkirakan tiba di Tikep pada akhir pekan ini. Itu pun kalau kondisi cuaca sudah membaik.
Kelangkaan semen juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Kontraktor di daerah itu juga terpaksa menghentikan pekerjaan proyeknya karena sulit mendapatkan semen. (*/rsd)