< >

Cari Bintang Baru, Rudi Lakukan Audisi

Senin, 07 Januari 2008 20:10
Kapanlagi.com - Bosan dengan bintang film yang 'itu-itu' saja, sutradara Rudi Soedjarwo mencoba bintang baru melalui audisi 'Selangkah Menjadi Bintang Layar 2008' di 12 kota.

Dalam roadshow yang akan diadakan Bandung (13 Jan), Jogja (20 Jan), Semarang (27 Jan), Surabaya (3 Feb), Malang (10 Feb), Denpasar (17 Feb), Balikpapan (24 Feb), Lampung (2 Mar), Palembang (9 Mar), Medan (16 Mar), Makassar (23 Mar) dan Jakarta (30 Mar) tersebut, terbuka bagi umum, dan diharapkan bisa mendapatkan 5 bintang baru untuk 5 film terbaru Rudi.

Antara lain berjudul SEBELAH MATA, HANYA MANUSIA BIASA, TUJUH MALAIKAT, ISTRI SIMPANAN, dan FOLLOW YOUR HEART.

"5 film ini sangat personal bagi saya dan yang terbaik. Jadi audisi ini terbuka bagi anak-anak sampai orang jompo. Jadi ini merupakan kesempatan bagi semua, dan ini langkah raksasa buat mereka. Di Jakarta sudah susah karena yang ada itu-itu saja," ungkap Rudi di Hard Rock Café, Senin (7/1).

Untuk audisi ini Rudy, tidak hanya melihat dari segi fisik, tetapi bagaimana calon bintang ini dapat mengeksplor dan memperkaya aktingnya. Jadi nantinya diharapkan dari 300 orang yang dapat ditampung di setiap kota audisi, Rudy bisa mendapatkan banyak pilihan pemain yang menarik dengan karakter yang kuat.

"Parameter standar yang penting adalah mereka bisa menghormati saya sebagai manusia. Itu yang akan membawa kemudahan bagi saya dan tim untuk kedepannya. Jadi belum apa-apa susah diatur. Bagi saya seorang bintang dengan attitude bagus yang akan bikin masyarakat mencintai dia, apapun karakter yang akan dibawakan," papar Rudi.

"Kemudian chemistry, ada rasa kepercayaan dengan apa yang akan kita rencanakan. Kalau secara teknis mereka harus nyaman di depan kamera. Bagi saya fisik tidak berpengaruh, dulu jaman Benyamin S hal itu tidak penting. Karisma yang dibutuhkan," tandasnya.

Menurut Rudi, totalitas mereka akan terlihat gampang dinilai dari bahasa mereka yang akan digunakan. Orang daerah pastinya akan sangat kental dengan dialek masing-masing daerahnya.

"Ini bisa dinilai mereka serius apa tidak. Kalau film ini dibuat dengan bahasa Indonesia, mereka harus berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Demikian juga kalau film ini dibuat dengan bahasa Jawa, mereka harus bisa berbahasa Jawa yang baik dan benar," pungkas bapak satu anak ini. (kpl/wwn)

Lihat Profil: Rudi Sudjarwo


Galeri Foto Rudi Sudjarwo
Film 40 HARI
Film Baru Rudy Sudjarwo