"Dari pantauan kami secara umum kondisi cuaca terus membaik, tinggal di kawasan Samudera Hindia yang masih perlu diwaspadai oleh para nelayan dan pelayaran tongkang," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah III Denpasar, Ir H Sutrisno MSi, Selasa.
Sehubungan hasil pantauan yang berlaku 24 jam tersebut, para nelayan disarankan untuk terus memperhatikan kondisi cuaca di kawasan perairan yang akan dituju, dengan menghindari pelayaran ke arah laut lepas.
Sementara untuk perairan Selat Bali dan Laut Bali, tinggi gelombang 1,5 meter, yang berarti sudah mengarah ke kondisi normal, sedangkan di Selat Lombok 1,75 meter, yang berarti juga semakin kondusif.
Prakiraan kondisi gelombang laut untuk 24 jam ke depan sudah jauh membaik dibandingkan beberapa hari belakangan yang diwarnai tinggi gelombang di Samudera Hindia lebih dari empat meter, katanya.
Menurut Sutrisno, wilayah sekitar Bali didominasi kondisi berawan - hujan ringan, angin bertiup dari barat daya - barat, dengan kecepatan 5-25 knot, yang berarti juga terus membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Sedangkan suhu udara berkisar 23 - 31 derajat celcius, dengan kelembaban 73 - 94%.
Tekanan udara rendah (998 milibar) yang terjadi di sekitar Australia, masih berpotensi menyebabkan terjadinya hujan di perairan Laut Bali, Selat Bali, Selat Lombok, sebagian Laut Flores dan perairan Nusa tenggara Timur bagian timur, tambahnya. (*/cax)